FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia, Gelombang Penolakan dari UEFA hingga AFC Berbuah Hasil

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 dan menanggapi sejumlah isu yang berkembang seperti keikutsertaan Timnas Iran hingga persoalan VISA.(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 dan menanggapi sejumlah isu yang berkembang seperti keikutsertaan Timnas Iran hingga persoalan VISA.(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Jenewa, APGtimes.com – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan rencana penjualan saham swasta dalam pengelolaan turnamen Piala Dunia setelah menghadapi gelombang penolakan dari berbagai organisasi sepak bola, suporter, dan pemangku kepentingan di seluruh dunia.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi pada Jumat (31/7/2026). Ia mengatakan FIFA memilih menghentikan proposal itu karena memicu perpecahan yang bertentangan dengan tujuan organisasi untuk menyatukan dunia sepak bola.

FIFA Cabut Proposal Investasi Swasta

Infantino menjelaskan FIFA telah mendengarkan berbagai masukan dari asosiasi, konfederasi, hingga penggemar sepak bola. Setelah mempertimbangkan seluruh pandangan, FIFA memutuskan tidak melanjutkan pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan operasional Piala Dunia dengan melibatkan investor swasta.

Baca Juga :  Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Sebelumnya, FIFA menyampaikan rencana tersebut pada 28 Juli 2026. Organisasi itu berharap investasi swasta dapat memperkuat pendanaan sepak bola global melalui pengelolaan aset komersial Piala Dunia.

UEFA hingga AFC Tolak Rencana FIFA

Rencana tersebut langsung memicu penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia. UEFA menjadi pihak yang paling keras menyuarakan keberatan karena menilai investasi swasta berpotensi mengganggu tata kelola dan nilai dasar sepak bola.

UEFA bahkan sempat mempertimbangkan langkah boikot terhadap Piala Dunia pria maupun wanita apabila FIFA tetap menjalankan proposal tersebut.

Penolakan kemudian menyusul dari CONCACAF serta AFC. Kedua konfederasi itu menolak rencana FIFA meski tidak mengancam aksi boikot.

Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Oseania memilih membahas proposal tersebut lebih lanjut dalam rapat komite eksekutif yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Baca Juga :  Israel Kembali Serang Lebanon Hanya Beberapa Jam Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

Tekanan Terhadap Infantino Terus Menguat

Tekanan terhadap Infantino terus meningkat menjelang keputusan pembatalan. Situasi semakin memanas setelah penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap rencana tersebut.

Gelombang kritik dari berbagai konfederasi, pejabat sepak bola, hingga suporter akhirnya mendorong FIFA mengakhiri pembahasan proposal investasi swasta.

Dengan keputusan ini, FIFA memastikan pengelolaan Piala Dunia tetap berada di bawah struktur organisasi yang berlaku saat ini. Langkah tersebut juga meredakan kekhawatiran berbagai pihak mengenai potensi masuknya kepentingan investor swasta dalam salah satu ajang olahraga terbesar di dunia. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB