Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal-kapal yang diidentifikasi oleh Penjaga Pantai Filipina sebagai kapal penelitian China terlihat di Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan yang disengketakan pada 15 Juni 2026. (AFP/JAM STA ROSA)

Kapal-kapal yang diidentifikasi oleh Penjaga Pantai Filipina sebagai kapal penelitian China terlihat di Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan yang disengketakan pada 15 Juni 2026. (AFP/JAM STA ROSA)

Manila, APGtimes.com – Pemerintah Filipina mengecam keras media pemerintah China, China Daily, setelah akun resminya mengunggah video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan warga Filipina sebagai monyet.

Manila menilai video tersebut bersifat rasis, merendahkan martabat manusia, dan berpotensi memperburuk hubungan kedua negara.

Pemerintah Filipina juga meminta China Daily segera menghapus video yang diunggah pada 10 Juli 2026 itu.

Sampai berita ini ditulis, Kedutaan Besar China di Manila belum memberikan tanggapan mengenai permintaan tersebut.

Filipina Nilai Konten AI Bersifat Menghina

Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan video tersebut telah melewati batas.

Pemerintah menilai konten itu menghina rakyat Filipina dan tidak mencerminkan etika dalam komunikasi publik.

Karena itu, Manila mendesak China Daily menghapus video dari akun media sosial resminya.

Pemerintah juga menegaskan tidak akan mentoleransi konten yang merendahkan martabat warga negaranya.

Baca Juga :  Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Kekurangan Dana, Panda Bond Jadi Andalan Baru

Video AI Singgung Putusan Laut China Selatan

Video tersebut menampilkan seekor monyet yang mengenakan pakaian adat Filipina.

Animasi itu memperlihatkan karakter tersebut menerima arahan dari sosok yang mewakili Amerika Serikat dan Jepang.

Selanjutnya, karakter itu mengambil selembar kertas bertuliskan putusan arbitrase Laut China Selatan.

Video kemudian memperlihatkan karakter itu terjatuh ke laut setelah semburan meriam air menghantamnya.

China Daily mengunggah video tersebut bertepatan dengan peringatan 10 tahun putusan arbitrase internasional tahun 2016.

Putusan itu menolak sebagian besar klaim China di Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan Filipina Kecam China

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengecam video tersebut.

Ia menyebut konten itu sebagai propaganda yang memalukan.

Menurut Teodoro, China memakai unsur rasial dan kebencian untuk menyerang Filipina.

Ia juga menilai pemerintah China gagal mempertahankan klaimnya melalui fakta, bukti, maupun hukum internasional.

Baca Juga :  Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selain itu, Teodoro menegaskan video tersebut menunjukkan sikap yang tidak pantas dari negara yang ingin memimpin kawasan.

Ketegangan Filipina dan China Terus Berlanjut

Hubungan Filipina dan China terus memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua negara berulang kali berselisih di Laut China Selatan karena perbedaan klaim wilayah.

Beijing juga pernah menjatuhkan sanksi kepada Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro.

Selain itu, kapal-kapal kedua negara beberapa kali terlibat konfrontasi di wilayah sengketa.

Perselisihan juga muncul setelah China memasang penghalang apung di sekitar Scarborough Shoal.

Filipina kemudian memprotes tindakan tersebut dan meminta China menghormati hukum internasional.

Insiden video AI ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara Manila dan Beijing terkait sengketa Laut China Selatan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru
Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan
Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional
NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan
Australia Belajar Toleransi dari Indonesia, Pejabat Negeri Kanguru Kunjungi Masjid Istiqlal
Australia Resmi Larang Penjualan Daun Kelor, Petani Protes dan Ajukan Banding ke Pemerintah
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:09 WIB

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Senin, 20 Juli 2026 - 16:09 WIB

Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:09 WIB

NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:09 WIB

Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB