B50 Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, Kenali Kelebihan dan Risiko untuk Kendaraan Diesel

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi B50.(esdm.go.id)

Ilustrasi B50.(esdm.go.id)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Biodiesel 50 (B50) mulai Rabu (1/7/2026). Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Pertamina siap menjalankan program tersebut di seluruh Indonesia.

Menurut Airlangga, penggunaan B50 mampu menekan konsumsi BBM fosil hingga sekitar 4 juta kiloliter per tahun.

Selain itu, pemerintah memperkirakan program tersebut dapat menghemat anggaran subsidi energi hingga puluhan triliun rupiah.

Mengenal B50

B50 merupakan bahan bakar diesel yang menggabungkan 50 persen solar dengan 50 persen biodiesel jenis Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Produsen mengolah minyak nabati menjadi biodiesel, lalu mencampurkannya dengan solar untuk kendaraan bermesin diesel.

Baca Juga :  DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik

Pemerintah menghadirkan B50 guna memperluas penggunaan energi terbarukan, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan emisi gas rumah kaca.

B50 Beri Sejumlah Manfaat

Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada, Prof Karna Wijaya, menilai B50 membawa sejumlah keuntungan bagi Indonesia.

Kebijakan ini membantu pemerintah mengurangi impor BBM sehingga kebutuhan devisa ikut menurun.

Selanjutnya, pemerintah juga berpeluang memperbaiki neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, permintaan crude palm oil (CPO) diperkirakan meningkat.

Kondisi itu membantu menjaga harga tandan buah segar (TBS) sekaligus meningkatkan pendapatan petani sawit.

Selain itu, biodiesel menghasilkan emisi sulfur yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan solar konvensional.

Baca Juga :  Krisis BBM Meluas di Sumatera, BPH Migas Bongkar Dugaan Penyalahgunaan QR Code Subsidi di Jambi

Kendaraan Lama Perlu Perhatian

Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Wahyudi, menjelaskan kendaraan diesel keluaran terbaru umumnya sudah mendukung penggunaan biodiesel berkadar tinggi.

Sebaliknya, kendaraan diesel yang berusia lebih tua berpotensi mengalami penurunan performa karena biodiesel memiliki tingkat kekentalan lebih tinggi.

Di samping itu, kualitas biodiesel yang kurang baik juga dapat memicu endapan pada sistem bahan bakar.

Karena itu, pemilik kendaraan perlu memeriksa filter bahan bakar secara berkala agar performa mesin tetap terjaga.

Wahyudi menilai tantangan terbesar program B50 terletak pada kualitas biodiesel selama proses produksi dan distribusi.

Menurutnya, produsen harus menjaga mutu biodiesel agar sesuai standar sehingga kendaraan dapat menggunakan B50 tanpa menimbulkan dampak berarti pada mesin. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB