Ankara, APGtimes.com – Program pengembangan jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turkiye terus menunjukkan kemajuan. Turkish Aerospace kini menguji prototipe terbaru KAAN P1 di landasan pacu sebagai persiapan menuju penerbangan perdana.
Perusahaan dirgantara Turkiye itu merilis rekaman uji coba melalui akun resminya pada Jumat (31/7/2026). Video tersebut memperlihatkan KAAN P1 bergerak menggunakan tenaga mesinnya sendiri di fasilitas Turkish Aerospace di Ankara.
Tahapan taxi test menjadi bagian penting dalam proses ground test. Tim teknis memanfaatkan pengujian ini untuk memastikan mesin, sistem kendali, roda pendaratan, hingga perangkat elektronik berfungsi sesuai standar sebelum pesawat lepas landas.
KAAN P1 Masuki Fase Penting Pengembangan
Turkish Aerospace mengembangkan KAAN P1 dan KAAN P2 sebagai penerus prototipe pertama atau P0. Kedua pesawat membawa peningkatan teknologi, termasuk arsitektur sistem yang lebih modern.
Tim pengembang sebelumnya memakai prototipe P0 untuk menguji karakteristik dasar penerbangan, sistem kendali terbang, dan performa awal pesawat. Setelah menyelesaikan misi tersebut, tim mengalihkan P0 menjadi platform pengujian sistem di darat.
Kini, Turkish Aerospace memusatkan program uji terbang pada KAAN P1 dan KAAN P2. Presiden sekaligus CEO Turkish Aerospace Mehmet Demiroglu mengatakan tim menargetkan KAAN P1 melaksanakan penerbangan perdana dalam beberapa bulan mendatang setelah seluruh pengujian selesai.
Demiroglu juga menargetkan KAAN P2 mengudara sebelum akhir 2026. Dengan begitu, kedua prototipe dapat menjalani kampanye uji terbang secara bersamaan hingga penghujung tahun.
Indonesia Jadi Pembeli Pertama Jet Tempur KAAN
Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama yang membeli jet tempur KAAN untuk pasar ekspor. Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak pembelian 48 unit pesawat pada 2025.
Turkish Aerospace akan memproduksi seluruh pesawat di Turkiye, lalu mengirimkannya ke Indonesia secara bertahap selama sekitar 10 tahun.
Nilai kontrak mencapai sekitar 10 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp162 triliun. Kesepakatan tersebut juga membuka peluang kerja sama transfer teknologi dan keterlibatan industri pertahanan Indonesia dalam proses produksi.
Target Pengiriman Dimulai Tahun 2028
Turkish Aerospace mempertahankan target pengiriman perdana KAAN Block 10 kepada Angkatan Udara Turkiye pada 2028. Perusahaan akan mengirim 20 unit pertama secara bertahap hingga 2030.
Untuk mempercepat pengembangan, Turkish Aerospace telah menyiapkan 10 mesin F110 di Ankara sebagai pendukung pengujian prototipe.
Perusahaan juga memesan 80 mesin tambahan untuk memenuhi kebutuhan produksi awal setelah memperoleh persetujuan izin ekspor dari Kongres Amerika Serikat pada Juli 2026.
Keberhasilan uji taxi KAAN P1 memperkuat optimisme terhadap kelanjutan proyek jet tempur generasi kelima Turkiye. Kemajuan tersebut juga menjadi kabar positif bagi Indonesia yang akan menjadi negara pertama penerima pesawat tempur KAAN di pasar ekspor. (de*)









