Viral di China, Warga Raup Jutaan Rupiah dengan Jual Lisensi Wajah untuk Drama AI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan platform yang menawarkan layanan lisensi wajah di China. Pengguna dapat melisensikan wajah mereka untuk digunakan dalam produksi drama AI, iklan, dan konten digital.(Rest of World)

Tampilan platform yang menawarkan layanan lisensi wajah di China. Pengguna dapat melisensikan wajah mereka untuk digunakan dalam produksi drama AI, iklan, dan konten digital.(Rest of World)

Beijing, APGtimes.com – Industri drama berbasis kecerdasan buatan (AI) di China melahirkan tren baru yang menarik perhatian publik. Banyak warga kini melisensikan wajah mereka kepada perusahaan teknologi agar produser dapat mengubahnya menjadi karakter digital dalam produksi drama AI.

Permintaan terhadap wajah manusia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri AI microdrama. Laporan terbaru mencatat lebih dari 95 persen dari sekitar 128.000 microdrama yang tayang selama tiga bulan pertama 2026 memanfaatkan teknologi AI dalam proses produksi.

Warga yang mengikuti program tersebut bisa memperoleh bayaran mulai 15 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp271 ribu hingga 700 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp12,6 juta, tergantung jenis lisensi dan kebutuhan rumah produksi.

Warga Daftarkan Wajah ke Platform AI

Sejumlah platform digital di China kini membuka layanan lisensi wajah. Pengguna hanya perlu mengunggah foto atau memindai wajah di studio mitra agar sistem memasukkan data mereka ke dalam katalog digital.

Baca Juga :  China Kejar Terobosan Tangan Robot Mirip Manusia, Jadi Kunci Masa Depan Robot Humanoid

Produser kemudian menelusuri katalog berdasarkan usia, jenis kelamin, hingga karakter wajah yang mereka butuhkan untuk sebuah produksi.

Ketika menemukan profil yang sesuai, produser langsung membeli lisensi penggunaan wajah tersebut. Platform kemudian mengirimkan pembayaran kepada pemilik wajah sesuai nilai kontrak yang berlaku.

Penghasilan Berasal dari Lisensi Wajah

Platform menawarkan tarif yang beragam sesuai jenis layanan. Secara umum, pemilik wajah memperoleh bayaran antara 15 hingga 700 dollar Amerika Serikat.

ActID, misalnya, mematok tarif 99 hingga 500 yuan untuk setiap episode drama AI. Sementara itu, NewClaw menjual satu lisensi gambar dengan harga sekitar 500 yuan.

Skema tersebut membuka peluang bagi masyarakat umum untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus menjadi aktor profesional.

Rumah Produksi Terus Mencari Wajah Baru

Rumah produksi tetap membutuhkan wajah manusia agar karakter digital terlihat lebih realistis. Mereka tidak hanya mencari wajah untuk pemeran utama, tetapi juga membutuhkan karakter dengan penampilan unik, termasuk lansia dan tokoh pendukung lainnya.

Baca Juga :  100 Hari Perang AS-Iran, Harga Minyak Melonjak dan Inflasi Global Meningkat

Chief Marketing Officer ActID, Camille Yan, mengatakan perusahaan terus menerima pendaftaran dari masyarakat. Sejak meluncurkan platform pada Maret 2026, ActID berhasil menggaet sekitar 800 pengguna dan mengajak 300 orang melisensikan wajah mereka untuk produksi drama AI.

Peserta yang bergabung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari figuran profesional, kreator konten, influencer, hingga masyarakat umum yang ingin memanfaatkan peluang ekonomi dari perkembangan teknologi AI.

Pesatnya industri AI microdrama kini tidak hanya mengubah proses produksi film pendek, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat China melalui pemanfaatan lisensi wajah digital. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB