Gempa M 7,7 Guncang Panama, Bangunan Rusak dan Potensi Tsunami Muncul

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Gubernur Penonome roboh sebagian setelah diguncang gempa Panama bermagnitudo 7,7 pada Jumat (9/10/2026).(AFP/MARTIN BERNETTI)

Kantor Gubernur Penonome roboh sebagian setelah diguncang gempa Panama bermagnitudo 7,7 pada Jumat (9/10/2026).(AFP/MARTIN BERNETTI)

Pitaloza Arriba, APGtimes.com – Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026). Guncangan kuat tersebut memicu kepanikan warga dan merusak sejumlah bangunan di wilayah tengah negara itu. Hingga laporan awal muncul, otoritas belum menerima laporan korban jiwa.

Selain kerusakan bangunan, gempa ini memicu potensi tsunami di Panama. Peringatan gelombang yang lebih kecil, tetapi tetap berbahaya, juga menyasar sejumlah kawasan pesisir Amerika Latin dan Pasifik Selatan.

Presiden Panama Imbau Warga Tetap Tenang

Presiden Panama Jose Raul Mulino meminta masyarakat tetap tenang setelah gempa mengguncang wilayah negaranya. Melalui unggahan di platform X, ia mengingatkan warga agar tidak memicu kepanikan dan kekacauan.

Mulino juga meminta laporan mengenai kerusakan di sejumlah wilayah. Pemerintah terus memantau situasi untuk mengetahui dampak gempa dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Panama menangguhkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah seluruh negeri. Keputusan tersebut menjadi langkah antisipasi setelah gempa kuat mengguncang berbagai wilayah.

Pusat Gempa Berada di Dekat Pitaloza Arriba

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada Jumat pukul 17.56 GMT atau Sabtu pukul 00.56 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman dangkal, sekitar 10 kilometer dari kota kecil Pitaloza Arriba di wilayah selatan-tengah Panama.

Baca Juga :  Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Menurut Sistem Perlindungan Sipil Nasional Panama, guncangan berlangsung sekitar satu menit. Getarannya terasa di berbagai wilayah negara Amerika Tengah yang memiliki populasi sekitar 4,5 juta jiwa tersebut.

Gempa ini menambah daftar peristiwa seismik kuat yang mengguncang Amerika Latin sepanjang 2026. Sebelumnya, gempa besar melanda Guaira, Venezuela, pada Juni. Kemudian, gempa kuat mengguncang wilayah barat Kolombia pada Agustus.

Gempa Merusak Bangunan dan Jalan

Laporan AFP menyebut kerusakan terkonsentrasi di sejumlah wilayah tengah Panama, termasuk Herrera, Azuero, Veraguas, dan Los Santos.

Foto yang beredar di media lokal memperlihatkan sebagian bangunan hotel di Penonome roboh. Kota tersebut berjarak sekitar 150 kilometer di barat daya Panama City. Selain itu, sebuah gereja mengalami kerusakan parah dan sejumlah bangunan lain menunjukkan retakan.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur jalan. Warga dan otoritas setempat melaporkan retakan di sejumlah ruas jalan di Provinsi Veraguas.

Baca Juga :  Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Dampak gempa turut memengaruhi aktivitas penerbangan. Bandara Internasional Panama City sempat menghentikan operasional sementara sebagai langkah pencegahan. Otoritas Penerbangan Sipil kemudian mengalihkan sejumlah penerbangan ke bandara lain.

Terusan Panama Tetap Beroperasi

Di tengah penanganan dampak gempa, Otoritas Terusan Panama memastikan aktivitas pelayaran tetap berjalan normal. Gempa tersebut tidak mengganggu kanal yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

Terusan Panama merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan internasional. Karena itu, kelancaran operasional kanal menjadi salah satu hal yang terus dipantau setelah gempa.

Panama Tetap Waspada terhadap Dampak Gempa

Panama relatif jarang mengalami gempa besar. Aktivitas seismik lebih sering melanda Provinsi Chiriqui di bagian barat negara tersebut, yang berbatasan dengan Kosta Rika.

Meski demikian, gempa bermagnitudo 7,7 kali ini mendorong otoritas meningkatkan kewaspadaan terhadap kerusakan bangunan dan kemungkinan dampak lanjutan. Pemantauan kawasan pesisir juga penting menyusul potensi tsunami yang muncul setelah guncangan.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi serta arahan keselamatan dari otoritas setempat selama proses penanganan bencana berlangsung. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB