Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)

Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)

Teheran, APGtimes.com – Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait pada Rabu (8/7/2026). Serangan tersebut menjadi respons atas operasi militer terbaru AS yang menghantam sejumlah sasaran militer di Iran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pasukannya mengarahkan serangan ke Bandar Salman yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.

IRGC juga mengklaim berhasil menjatuhkan satu unit drone pengintai MQ-9 milik Amerika Serikat saat operasi berlangsung.

Bahrain dan Kuwait Aktifkan Sistem Pertahanan

Pemerintah Kuwait langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah mendeteksi serangan rudal dan drone.

Sementara itu, otoritas Bahrain membunyikan sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi.

Kedua negara terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

AS Lebih Dulu Gempur Target Militer Iran

Beberapa jam sebelum serangan balasan itu, Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke sejumlah fasilitas pertahanan Iran.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Khawatir Kertajati Dianggap Jadi Pangkalan Militer AS

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang lebih dari 60 kapal cepat milik IRGC.

Militer AS juga menghancurkan sistem pertahanan udara, radar pantai, rudal permukaan ke udara, rudal jelajah antikapal, serta lokasi peluncuran drone milik Iran.

Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Selain melancarkan operasi militer, pemerintah Amerika Serikat juga mencabut izin ekspor minyak Iran ke pasar internasional.

Kebijakan tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia lebih dari tiga persen.

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata

Pemerintah Iran mengecam operasi militer Amerika Serikat dan menilai tindakan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan Iran akan memberikan respons yang lebih keras apabila serangan terus berlanjut.

Baca Juga :  Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf juga menuduh Washington melanggar komitmen perdamaian.

Ia menegaskan Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan politik maupun militer dari Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Iran turut mengecam pencabutan izin ekspor minyak dan menyatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan nasional.

Ketegangan Selat Hormuz Belum Mereda

Ketegangan di kawasan bermula setelah serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Qatar menuding Iran berada di balik insiden tersebut.

Namun, Iran membantah tuduhan itu dan menegaskan tidak terlibat dalam serangan terhadap kapal-kapal komersial.

Meski demikian, pemerintah Iran mengingatkan seluruh kapal asing agar berkoordinasi sebelum melintasi jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Rangkaian insiden terbaru semakin mengancam proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Hingga kini, kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda akan melanjutkan perundingan menuju kesepakatan permanen. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru
Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan
Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional
NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan
Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras
Australia Belajar Toleransi dari Indonesia, Pejabat Negeri Kanguru Kunjungi Masjid Istiqlal
Australia Resmi Larang Penjualan Daun Kelor, Petani Protes dan Ajukan Banding ke Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:09 WIB

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Senin, 20 Juli 2026 - 16:09 WIB

Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:09 WIB

NORAD Perketat Ruang Udara New York Jelang Final Argentina vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:09 WIB

Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB