Kabut Asap Indonesia Picu Krisis Udara, Singapura Beri Subsidi Berobat hingga Rp139 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 Agustus 2026. Pihak berwenang di Malaysia mengeluarkan peringatan mengenai tingginya tingkat polusi udara akibat kebakaran hutan di Indonesia.(AFP/MOHD RASFAN)

Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 Agustus 2026. Pihak berwenang di Malaysia mengeluarkan peringatan mengenai tingginya tingkat polusi udara akibat kebakaran hutan di Indonesia.(AFP/MOHD RASFAN)

Singapura, APGtimes.com – Pemerintah Singapura kembali memberikan subsidi pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kebijakan ini hadir saat polusi udara memburuk di Singapura dan sejumlah sekolah di Malaysia masih menghentikan kegiatan belajar akibat kualitas udara yang tidak sehat.

Pemantau kualitas udara IQAir yang berbasis di Swiss menempatkan Singapura pada peringkat pertama daftar kota paling berpolusi di dunia pada Senin (12/10/2026). Asap dari kebakaran di Sumatera dan Kalimantan menyebar ke negara tetangga, sementara fenomena El Niño memperburuk kondisi kering yang memicu kebakaran.

Laporan AFP menyebutkan bahwa pemerintah Singapura mengaktifkan skema bantuan biaya kesehatan agar warga dapat memperoleh perawatan untuk penyakit yang berkaitan dengan paparan kabut asap.

Singapura Tanggung Sebagian Biaya Pengobatan

Kementerian Kesehatan Singapura memasukkan sejumlah penyakit ke dalam program subsidi tersebut. Cakupannya meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi saluran pernapasan atas, serta komplikasi yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Warga yang memenuhi persyaratan program membayar maksimal 10 dolar Singapura atau sekitar Rp139.915 untuk pengobatan yang tercakup dalam skema subsidi.

Baca Juga :  CNN, Politico, dan MS NOW Bawa Larangan Gedung Putih ke Pengadilan

Pemerintah memberikan batas biaya lebih rendah bagi warga berusia 67 tahun ke atas. Kelompok tersebut hanya perlu membayar maksimal 5 dolar Singapura atau sekitar Rp69.969.

Singapura terakhir kali menjalankan skema subsidi kabut asap serupa pada 2015. Kala itu, asap kebakaran hutan di Indonesia menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara selama berminggu-minggu. Kondisi tersebut meningkatkan gangguan kesehatan, mengganggu kegiatan sekolah, dan memicu pembatalan penerbangan.

Malaysia Masih Menutup Sekolah di Sejumlah Wilayah

Di Malaysia, sebagian besar sekolah kembali menggelar kegiatan belajar pada Senin setelah kualitas udara sedikit membaik. Namun, pihak berwenang masih menutup sekolah di beberapa wilayah yang menghadapi tingkat polusi tidak sehat.

Wilayah terdampak mencakup bagian selatan negara bagian Johor, beberapa kawasan Kuala Lumpur, serta bagian tengah Selangor. Penutupan ini menjadi langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pengajar dari paparan udara tercemar.

Kabut asap juga mengganggu perjalanan udara lintas negara. Maskapai Malaysia, Firefly, membatalkan penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar di Singapura pada Sabtu hingga Senin sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga :  Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya

Melalui pernyataan di Facebook, Firefly menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi kabut asap. Maskapai tersebut juga berjanji menyampaikan perubahan jadwal secara langsung kepada penumpang yang terdampak.

El Niño Memperburuk Risiko Kebakaran di Indonesia

Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan secara berulang selama musim kemarau. Tahun ini, fenomena El Niño memperbesar risiko kebakaran karena kondisi kering mendukung penyebaran api di sejumlah kawasan.

Selain faktor cuaca, para ahli menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dapat mengubah bentang alam dan meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran berulang.

Dampak kebakaran tidak berhenti di wilayah Indonesia. Asap yang terbawa angin dapat melintasi perbatasan dan mengganggu kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, serta transportasi di negara-negara tetangga.

Program subsidi pengobatan Singapura menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban warga yang terdampak kabut asap. Namun, pencegahan kebakaran dan penanganan sumber asap di Indonesia tetap memegang peranan penting untuk menekan pencemaran udara lintas negara. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB