Pohon Pinus 50 Tahun di Bukittinggi Ditebang, Bakal Diganti Tabebuya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat bekerja meratakan lahan dan mengeluarkan tunggul pohon pinus setelah pohon berusia puluhan tahun ditebang untuk revitalisasi taman depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Jumat (04/09/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Alat berat bekerja meratakan lahan dan mengeluarkan tunggul pohon pinus setelah pohon berusia puluhan tahun ditebang untuk revitalisasi taman depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Jumat (04/09/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Bukittinggi, APGtimes.com – Pemerintah Kota Bukittinggi menebang sejumlah pohon pinus berusia sekitar 50 tahun di depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk mendukung revitalisasi kawasan.

Pohon pinus itu tumbuh selama puluhan tahun di Jalan Panorama, Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang. Lokasinya hanya sekitar lima menit berjalan kaki dari Jam Gadang.

Selama ini, wisatawan kerap melewati kawasan tersebut saat berjalan dari Lapangan Kantin menuju Jam Gadang. Rimbunnya pohon pinus juga membuat jalur itu terasa teduh dan hijau.

Namun, kondisi kawasan kini berubah. Pantauan pada Jumat (4/9/2026) menunjukkan sejumlah pohon pinus sudah tidak berdiri lagi. Alat berat juga meratakan lahan dan mengangkat sisa tunggul.

Pohon Pinus Sudah Tua

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi Aldiasnur mengatakan pemerintah menebang pohon tersebut bersamaan dengan revitalisasi taman depan Kantor DPRD.

Revitalisasi itu masuk dalam program Integrated City Planning (ICP). Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum menjalankan program tersebut untuk membantu penataan kota.

“ICP merupakan program Bappenas dan Kementerian PU untuk penataan kota,” kata Aldiasnur kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Menurut Aldiasnur, Bukittinggi menjadi satu dari 10 kota yang mengikuti program ICP. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup ikut menata ruang terbuka serta vegetasi di sejumlah kawasan.

Aldiasnur memperkirakan pemerintah menanam pohon pinus tersebut pada dekade 1970-an melalui program penghijauan.

“Dari lima batang yang ada, tiga batang bagian tengahnya sudah bolong,” ujarnya.

Akar Pohon Menjalar ke Badan Jalan

Selain usia pohon yang sudah tua, akar pinus juga menjalar hingga mendekati badan jalan. Kondisi itu membuat pemerintah mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna jalan.

Aldiasnur menilai pohon tua dapat menimbulkan risiko saat hujan deras dan angin kencang. Batang atau bagian pohon yang lapuk juga bisa patah dan mengganggu pengguna jalan.

“Penebangan memang harus dilakukan karena usia pohon sudah cukup tua,” katanya.

Pemkot Bukittinggi juga melakukan peremajaan pohon di kawasan lain. Pemerintah antara lain menyasar Simpang Kangkuang dan Aur Tajungkang Tengah Sawah.

Pemkot Siapkan Pohon Tabebuya

Sebagai pengganti pohon pinus, Pemkot Bukittinggi menyiapkan pohon tabebuya. Pemerintah memilih jenis tersebut karena dapat memberi keteduhan sekaligus mempercantik kawasan kota.

Baca Juga :  Longsor Tutup Jalur Padang–Bukittinggi, Lembah Anai Lumpuh Total

Tabebuya juga menghasilkan bunga secara berkala. Karena itu, pemerintah berharap tanaman tersebut dapat membuat kawasan perkotaan semakin menarik.

“Tabebuya tetap berfungsi sebagai pohon pelindung dan menambah estetika kota,” ujar Aldiasnur.

Dinas Lingkungan Hidup akan menggunakan pendekatan silvikultur urban dalam penanaman kembali. Pendekatan tersebut membantu pemerintah memilih vegetasi sesuai karakter lingkungan dan kebutuhan ruang kota.

Taman Usmar Ismail Segera Hadir

Sementara itu, Pemkot Bukittinggi akan mengubah lahan depan Kantor DPRD menjadi taman. Pemerintah berencana memberi nama taman tersebut Taman Usmar Ismail.

Meskipun menebang sejumlah pohon lama, pemerintah tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau di kawasan tersebut.

Taman itu nantinya dapat membantu menyerap polusi dan menampung air hujan. Selain itu, kawasan tersebut akan menjadi ruang interaksi serta rekreasi bagi masyarakat.

Aldiasnur mengatakan pemerintah perlu meremajakan sejumlah pohon di Bukittinggi karena faktor usia. Pemkot akan mengganti pohon yang sakit atau berisiko dengan tanaman baru yang lebih sesuai untuk lingkungan perkotaan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Nelayan Padang Takut Melaut akibat Kabut Asap, Kompas HP Jadi Penunjuk Arah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB