BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mencoba metode baru untuk mengatasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyebarkan es kering atau dry ice menggunakan pesawat.(DOK. Kemenko Polkam )

Pemerintah mencoba metode baru untuk mengatasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyebarkan es kering atau dry ice menggunakan pesawat.(DOK. Kemenko Polkam )

Palembang, APGtimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan setelah video dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang beredar luas di media sosial.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan memastikan kegiatan penyemaian awan berjalan optimal sekaligus memperhatikan keselamatan masyarakat.

Menurut Siswanto, perhatian khusus diperlukan bagi warga yang tinggal di bawah jalur penerbangan pesawat penyemai. Karena itu, tim operasional meninjau kembali proses penanganan dan pelepasan bahan penyemaian ke atmosfer.

BMKG Evaluasi Ukuran Dry Ice

BMKG menggunakan dry ice atau es kering sebagai salah satu bahan dalam proses penyemaian awan. Bahan tersebut idealnya memiliki ukuran sekitar tiga milimeter agar sesuai dengan kebutuhan operasional.

Namun, proses penyimpanan di ruang pembeku bersuhu sangat rendah dapat membuat butiran dry ice saling menempel. Akibatnya, material yang semula berukuran kecil berpotensi membentuk bongkahan lebih besar.

Baca Juga :  Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Siswanto menjelaskan bahwa tim operasional telah menindaklanjuti temuan pada hari pertama pelaksanaan. Tim kemudian memasang penyaring dan alat pemecah untuk menjaga ukuran material tetap kecil sebelum petugas menyemainya.

Dengan perbaikan tersebut, BMKG berharap proses penyemaian berlangsung lebih terkendali. Selain itu, evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMC memenuhi aspek keselamatan.

BMKG Tanggapi Video Atap Rumah Rusak

Terkait video yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga, Siswanto meragukan kemungkinan dry ice menyebabkan kerusakan pada atap seng.

Ia menjelaskan bahwa material yang jatuh dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara. Menurutnya, proses tersebut berpotensi memperkecil ukuran bongkahan sebelum mencapai permukaan tanah.

Meski demikian, penjelasan tersebut merupakan pandangan Siswanto mengenai kemungkinan penyebab kerusakan. Kepastian mengenai material yang mengenai atap warga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Pacar Ibu di Padang Aniaya Balita hingga Luka Lebam dan Disiram Air Panas

BMKG tetap mengevaluasi proses penyemaian untuk mengantisipasi potensi risiko. Langkah ini juga bertujuan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Penyemaian Awan untuk Menangani Kabut Asap

Pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan berkaitan dengan upaya penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui penyemaian awan, tim berupaya mendukung proses pembentukan hujan sesuai kondisi atmosfer yang tersedia.

Penggunaan dry ice menjadi bagian dari teknologi yang diterapkan dalam operasi tersebut. Namun, keberhasilan penyemaian tetap bergantung pada kondisi awan dan faktor meteorologi lainnya.

Karena itu, BMKG terus mengevaluasi pelaksanaan operasi, termasuk penanganan bahan penyemaian dan prosedur keselamatan. Siswanto menegaskan bahwa tim akan menjaga agar OMC tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Nelayan Padang Takut Melaut akibat Kabut Asap, Kompas HP Jadi Penunjuk Arah
Kapasitas 18 Rumah Sakit di Aceh Kewalahan, Pasien Anak Banyak Alami Demam
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB