Palembang, APGtimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan setelah video dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang beredar luas di media sosial.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan memastikan kegiatan penyemaian awan berjalan optimal sekaligus memperhatikan keselamatan masyarakat.
Menurut Siswanto, perhatian khusus diperlukan bagi warga yang tinggal di bawah jalur penerbangan pesawat penyemai. Karena itu, tim operasional meninjau kembali proses penanganan dan pelepasan bahan penyemaian ke atmosfer.
BMKG Evaluasi Ukuran Dry Ice
BMKG menggunakan dry ice atau es kering sebagai salah satu bahan dalam proses penyemaian awan. Bahan tersebut idealnya memiliki ukuran sekitar tiga milimeter agar sesuai dengan kebutuhan operasional.
Namun, proses penyimpanan di ruang pembeku bersuhu sangat rendah dapat membuat butiran dry ice saling menempel. Akibatnya, material yang semula berukuran kecil berpotensi membentuk bongkahan lebih besar.
Siswanto menjelaskan bahwa tim operasional telah menindaklanjuti temuan pada hari pertama pelaksanaan. Tim kemudian memasang penyaring dan alat pemecah untuk menjaga ukuran material tetap kecil sebelum petugas menyemainya.
Dengan perbaikan tersebut, BMKG berharap proses penyemaian berlangsung lebih terkendali. Selain itu, evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMC memenuhi aspek keselamatan.
BMKG Tanggapi Video Atap Rumah Rusak
Terkait video yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga, Siswanto meragukan kemungkinan dry ice menyebabkan kerusakan pada atap seng.
Ia menjelaskan bahwa material yang jatuh dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara. Menurutnya, proses tersebut berpotensi memperkecil ukuran bongkahan sebelum mencapai permukaan tanah.
Meski demikian, penjelasan tersebut merupakan pandangan Siswanto mengenai kemungkinan penyebab kerusakan. Kepastian mengenai material yang mengenai atap warga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
BMKG tetap mengevaluasi proses penyemaian untuk mengantisipasi potensi risiko. Langkah ini juga bertujuan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Penyemaian Awan untuk Menangani Kabut Asap
Pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan berkaitan dengan upaya penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui penyemaian awan, tim berupaya mendukung proses pembentukan hujan sesuai kondisi atmosfer yang tersedia.
Penggunaan dry ice menjadi bagian dari teknologi yang diterapkan dalam operasi tersebut. Namun, keberhasilan penyemaian tetap bergantung pada kondisi awan dan faktor meteorologi lainnya.
Karena itu, BMKG terus mengevaluasi pelaksanaan operasi, termasuk penanganan bahan penyemaian dan prosedur keselamatan. Siswanto menegaskan bahwa tim akan menjaga agar OMC tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat. (de*)









