Rafale Prancis dan TNI AU Jalani Latihan Bersama di Halim, Ini Misi Pegase 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Misi Pegase 2026 Angkatan Udara Perancis, Mayor Jenderal Julien Sabenet (tengah), memberikan keterangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9/2026).(ANTARA/KUNTUM KHAIRA RISWAN)

Komandan Misi Pegase 2026 Angkatan Udara Perancis, Mayor Jenderal Julien Sabenet (tengah), memberikan keterangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9/2026).(ANTARA/KUNTUM KHAIRA RISWAN)

Jakarta, APGtimes.com – Prancis menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik. Penilaian itu disampaikan Komandan Misi Pegase 2026 Angkatan Udara Prancis Mayor Jenderal Julien Sabene saat latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Sabene menyebut Indonesia berada di lokasi strategis dalam kawasan Indo-Pasifik. Karena itu, Prancis kembali memasukkan Indonesia dalam rute Misi Pegase 2026.

Misi Pegase 2026 berlangsung pada 8 September hingga 15 Oktober 2026. Dalam misi tersebut, sekitar 300 personel Angkatan Udara Prancis mengoperasikan empat jet tempur Rafale, tiga pesawat tanker A330 MRTT, dan dua pesawat angkut A400M untuk menempuh perjalanan lebih dari 40.000 kilometer.

Rafale dan A400M Prancis Latihan dengan TNI AU

Persinggahan Misi Pegase 2026 di Indonesia berlangsung pada 20-25 September. Dalam agenda tersebut, Angkatan Udara Prancis membawa empat Rafale, dua A400M, serta tiga A330 MRTT ke Jakarta.

Baca Juga :  RUU Reforma Agraria Masuk Paripurna Hari Ini, Ini 5 Poin Penting yang Diatur

Latihan bersama kali ini juga memiliki agenda khusus. Untuk pertama kalinya, Rafale dan A400M milik Prancis serta TNI AU menjalankan latihan bersama di Indonesia.

TNI AU kini mengoperasikan Rafale dan A400M. Indonesia menerima tiga Rafale pertama pada Januari 2026, sedangkan pesawat A400M pertama tiba pada November 2025 dan unit kedua menyusul pada Maret 2026.

Kementerian Pertahanan menyebut latihan tersebut mencakup sejumlah materi, antara lain pengisian bahan bakar di udara menggunakan A330 MRTT, penerjunan taktis dari A400M, manuver pengawalan udara, serta pertukaran keahlian antara penerbang dan teknisi kedua negara.

Prancis Punya Kepentingan di Indo-Pasifik

Sabene menjelaskan, Prancis juga memiliki kepentingan langsung di kawasan Indo-Pasifik. Menurut dia, sekitar dua juta warga negara Prancis tinggal di kawasan tersebut.

Kondisi itu membuat Prancis perlu mempertahankan kemampuan untuk menjangkau kawasan Indo-Pasifik. Sabene juga menyebut karakter geografis Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya kerja sama dengan TNI AU.

Baca Juga :  DPR Desak Pemerintah Segera Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan

Wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, landasan udara yang tersebar, serta kondisi tropis memberikan pengalaman operasional yang relevan bagi latihan kedua negara.

Kementerian Pertahanan Indonesia juga menyebut kerja sama pertahanan kedua negara mencakup interoperabilitas alutsista, industri pertahanan, transfer teknologi, pendidikan, pelatihan, dan kerja sama operasional.

Pegase 2026 Lewati Sejumlah Negara

Misi Pegase 2026 membawa kekuatan udara Prancis dalam penerbangan jarak jauh dengan rute yang mencakup kawasan Arktik, Indo-Pasifik, hingga Timur Tengah.

Sebelum tiba di Indonesia, rombongan tersebut melewati Greenland, Kanada, Alaska, Jepang, dan Korea Selatan. Setelah Indonesia, misi berlanjut menuju India, Qatar, dan Mesir.

Melalui latihan di Jakarta, Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama operasional serta kemampuan personel dalam mengoperasikan alutsista secara bersama. Kementerian Pertahanan menyebut Latma Pegase 2026 juga menjadi bagian dari penguatan diplomasi pertahanan kedua negara. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Siapkan 5 Kodam Baru, Ini Lima Wilayah yang Masuk Rencana Pembentukan
Bawa Mandat PBB, 638 Prajurit TNI Bertolak ke Kongo untuk Lindungi Warga Sipil
Banjir Bandang Solok Dipicu Hujan 94 Mm, Satu Korban Masih Dicari
Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA akibat Karhutla, 40.363 Menyerang Balita
Kemenhub Punya 407 Asesor untuk 45.209 Perusahaan Angkutan Umum, Keselamatan Jadi Sorotan
YLBHI Soroti Pembahasan UU Polri di DPR, Nilai Partisipasi Publik Minim
Banjir Bandang Solok: Bupati Bantah Pembukaan Lahan, Warga Duga Ada Bendungan Alami
139 Delegasi Masyarakat Hadiri Paripurna DPR, KPA Bawa 125 Perwakilan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:09 WIB

Rafale Prancis dan TNI AU Jalani Latihan Bersama di Halim, Ini Misi Pegase 2026

Rabu, 23 September 2026 - 17:09 WIB

TNI Siapkan 5 Kodam Baru, Ini Lima Wilayah yang Masuk Rencana Pembentukan

Rabu, 23 September 2026 - 15:09 WIB

Bawa Mandat PBB, 638 Prajurit TNI Bertolak ke Kongo untuk Lindungi Warga Sipil

Rabu, 23 September 2026 - 14:09 WIB

Banjir Bandang Solok Dipicu Hujan 94 Mm, Satu Korban Masih Dicari

Rabu, 23 September 2026 - 12:09 WIB

Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA akibat Karhutla, 40.363 Menyerang Balita

Berita Terbaru