63 Orang Tewas dalam 24 Jam, Arab Saudi Gempur 130 Target Houthi di Yaman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Perlawanan Nasional Yaman yang dibeking Arab Saudi menembakkan roket dari kendaraan peluncur, saat peperangan melawan Houthi berlanjut di Kadha, Provinsi Taiz, Yaman, 8 September 2026.(PASUKAN PERLAWANAN NASIONAL YAMAN via AFP)

Pasukan Perlawanan Nasional Yaman yang dibeking Arab Saudi menembakkan roket dari kendaraan peluncur, saat peperangan melawan Houthi berlanjut di Kadha, Provinsi Taiz, Yaman, 8 September 2026.(PASUKAN PERLAWANAN NASIONAL YAMAN via AFP)

Sanaa, albrita.com – Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi di sekitar Selat Bab al-Mandab menewaskan sedikitnya 63 orang dalam 24 jam terakhir. Bentrokan kembali meningkat setelah pemerintah Yaman melancarkan operasi militer untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi dengan dukungan Arab Saudi.

Laporan AFP pada Sabtu (10/10/2026), yang mengutip sumber militer dari kedua pihak, mencatat 35 anggota pasukan pemerintah Yaman dan 28 anggota Houthi tewas dalam pertempuran tersebut. Konflik berlangsung di sekitar jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Pasukan Pemerintah Yaman Bergerak Maju

Sumber militer pemerintah Yaman menyatakan pasukan mereka terus bergerak maju di sekitar Selat Bab al-Mandab. Namun, operasi tersebut belum membawa seluruh kawasan ke bawah kendali pemerintah.

Pulau Mayun yang terletak di tengah selat masih berada dalam penguasaan Houthi. Lokasi pulau ini memiliki arti strategis karena berada di jalur perairan penting bagi pelayaran internasional.

Di sisi lain, kelompok Houthi mengakui pasukan pemerintah menyerang kawasan Bab al-Mandab. Meski begitu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pasukannya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata yang berpihak pada Arab Saudi.

Baca Juga :  Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Melalui Telegram, Saree mengatakan pasukan lawan mencoba bergerak dari arah Lahj menuju Bab al-Mandab. Hingga kini, pihak independen belum memverifikasi klaim kedua kubu karena pertempuran terus berubah dan akses jurnalis ke lokasi masih terbatas.

Arab Saudi Mendukung Operasi Militer

Pemerintah Yaman memulai operasi militer di sekitar Selat Bab al-Mandab pada Jumat (9/10/2026). Seorang sumber militer pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa pasukan mereka menjalankan operasi besar dengan dukungan kekuatan udara Arab Saudi.

Operasi ini menjadi bagian dari langkah balasan yang pemerintah Yaman umumkan pada pekan sebelumnya. Pemerintah yang mendapat pengakuan internasional itu berusaha merebut kembali wilayah yang jatuh ke tangan Houthi.

Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran sebelumnya memperluas kendali di sepanjang garis pantai barat Yaman melalui serangan cepat. Karena itu, pemerintah meningkatkan operasi militer untuk mengambil kembali kawasan tersebut.

Koalisi Saudi Mengumumkan Serangan terhadap 130 Target

Arab Saudi memimpin koalisi militer internasional yang mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan Houthi. Koalisi tersebut menjalankan operasi militer untuk membantu pemerintah menghadapi kelompok itu.

Pada Sabtu dini hari, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah menghancurkan lebih dari 130 target Houthi dalam operasi berskala besar. Pengumuman itu muncul ketika bentrokan di sekitar Bab al-Mandab masih berlangsung.

Baca Juga :  Dunia Sambut Damai AS-Iran, PBB hingga Eropa Beri Dukungan Penuh

Namun, belum ada verifikasi independen mengenai dampak keseluruhan serangan tersebut. Oleh sebab itu, informasi tentang hasil operasi dan jumlah korban perlu merujuk pada sumber yang tersedia serta memperhatikan klaim masing-masing pihak.

Selat Bab al-Mandab Jadi Jalur Pelayaran Penting

Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu akses menuju Samudra Hindia. Posisi ini menjadikan kawasan tersebut penting bagi lalu lintas kapal dan perdagangan internasional.

Peningkatan pertempuran di sekitar selat menambah perhatian terhadap keamanan jalur pelayaran. Jika konflik terus meluas, situasi tersebut dapat meningkatkan ketidakpastian keamanan di kawasan.

Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman masih berupaya merebut wilayah yang dikuasai Houthi. Kedua pihak juga terus menyampaikan klaim masing-masing mengenai perkembangan pertempuran, sedangkan akses terbatas ke lokasi menyulitkan verifikasi independen.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada jalannya operasi militer dan kemampuan masing-masing pihak mempertahankan wilayah strategis yang mereka kuasai. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB