Sanaa, albrita.com – Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi di sekitar Selat Bab al-Mandab menewaskan sedikitnya 63 orang dalam 24 jam terakhir. Bentrokan kembali meningkat setelah pemerintah Yaman melancarkan operasi militer untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi dengan dukungan Arab Saudi.
Laporan AFP pada Sabtu (10/10/2026), yang mengutip sumber militer dari kedua pihak, mencatat 35 anggota pasukan pemerintah Yaman dan 28 anggota Houthi tewas dalam pertempuran tersebut. Konflik berlangsung di sekitar jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Pasukan Pemerintah Yaman Bergerak Maju
Sumber militer pemerintah Yaman menyatakan pasukan mereka terus bergerak maju di sekitar Selat Bab al-Mandab. Namun, operasi tersebut belum membawa seluruh kawasan ke bawah kendali pemerintah.
Pulau Mayun yang terletak di tengah selat masih berada dalam penguasaan Houthi. Lokasi pulau ini memiliki arti strategis karena berada di jalur perairan penting bagi pelayaran internasional.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengakui pasukan pemerintah menyerang kawasan Bab al-Mandab. Meski begitu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pasukannya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata yang berpihak pada Arab Saudi.
Melalui Telegram, Saree mengatakan pasukan lawan mencoba bergerak dari arah Lahj menuju Bab al-Mandab. Hingga kini, pihak independen belum memverifikasi klaim kedua kubu karena pertempuran terus berubah dan akses jurnalis ke lokasi masih terbatas.
Arab Saudi Mendukung Operasi Militer
Pemerintah Yaman memulai operasi militer di sekitar Selat Bab al-Mandab pada Jumat (9/10/2026). Seorang sumber militer pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa pasukan mereka menjalankan operasi besar dengan dukungan kekuatan udara Arab Saudi.
Operasi ini menjadi bagian dari langkah balasan yang pemerintah Yaman umumkan pada pekan sebelumnya. Pemerintah yang mendapat pengakuan internasional itu berusaha merebut kembali wilayah yang jatuh ke tangan Houthi.
Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran sebelumnya memperluas kendali di sepanjang garis pantai barat Yaman melalui serangan cepat. Karena itu, pemerintah meningkatkan operasi militer untuk mengambil kembali kawasan tersebut.
Koalisi Saudi Mengumumkan Serangan terhadap 130 Target
Arab Saudi memimpin koalisi militer internasional yang mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan Houthi. Koalisi tersebut menjalankan operasi militer untuk membantu pemerintah menghadapi kelompok itu.
Pada Sabtu dini hari, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah menghancurkan lebih dari 130 target Houthi dalam operasi berskala besar. Pengumuman itu muncul ketika bentrokan di sekitar Bab al-Mandab masih berlangsung.
Namun, belum ada verifikasi independen mengenai dampak keseluruhan serangan tersebut. Oleh sebab itu, informasi tentang hasil operasi dan jumlah korban perlu merujuk pada sumber yang tersedia serta memperhatikan klaim masing-masing pihak.
Selat Bab al-Mandab Jadi Jalur Pelayaran Penting
Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu akses menuju Samudra Hindia. Posisi ini menjadikan kawasan tersebut penting bagi lalu lintas kapal dan perdagangan internasional.
Peningkatan pertempuran di sekitar selat menambah perhatian terhadap keamanan jalur pelayaran. Jika konflik terus meluas, situasi tersebut dapat meningkatkan ketidakpastian keamanan di kawasan.
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman masih berupaya merebut wilayah yang dikuasai Houthi. Kedua pihak juga terus menyampaikan klaim masing-masing mengenai perkembangan pertempuran, sedangkan akses terbatas ke lokasi menyulitkan verifikasi independen.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada jalannya operasi militer dan kemampuan masing-masing pihak mempertahankan wilayah strategis yang mereka kuasai. (aw*)









