Dunia Sambut Damai AS-Iran, PBB hingga Eropa Beri Dukungan Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perang AS vs Iran(Shutterstock)

Ilustrasi perang AS vs Iran(Shutterstock)

Washington, APGtimes.com — Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mendapat sambutan luas dari berbagai negara dan organisasi internasional. Langkah tersebut membuka harapan baru bagi stabilitas Timur Tengah setelah bertahun-tahun dilanda ketegangan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran berhasil mencapai kesepakatan damai. Pemerintah Iran juga mengonfirmasi hasil perundingan tersebut dan menyatakan penghentian konflik berlaku di seluruh lini, termasuk Lebanon.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan tersebut.

PBB Dorong Penyelesaian Konflik

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut positif kesepakatan antara AS dan Iran. Ia menilai langkah tersebut membuka peluang baru bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Guterres berharap seluruh pihak memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat dialog dan mempercepat penyelesaian berbagai konflik yang masih berlangsung.

Ia juga menyoroti rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurutnya, langkah itu dapat memperlancar jalur perdagangan dan distribusi energi dunia.

Jepang Harap Kesepakatan Berjalan Lancar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju stabilitas kawasan.

Baca Juga :  BBM Langka, Iran Pangkas Jam Kerja Kantor Jadi 5 Jam dan Perluas WFH

Ia berharap AS dan Iran menjalankan seluruh poin kesepakatan secara bertahap. Jepang juga menaruh perhatian besar terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Bagi Jepang, keamanan jalur tersebut sangat penting karena menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Jerman Lihat Peluang Ekonomi

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut baik kesepakatan yang dicapai kedua negara. Ia menilai perdamaian dapat memperkuat perekonomian global sekaligus meningkatkan keamanan kawasan.

Menurut Merz, hubungan yang lebih baik antara AS dan Iran akan membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor.

Ia juga berharap proses perdamaian terus berlanjut hingga menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Erdogan Minta Semua Pihak Menahan Diri

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan meminta seluruh pihak menjaga suasana kondusif menjelang penandatanganan perjanjian.

Ia mengingatkan pentingnya menghindari provokasi yang dapat mengganggu proses perdamaian.

Erdogan berharap kesepakatan tersebut mampu menghadirkan keamanan dan stabilitas yang lebih kuat di Timur Tengah.

Baca Juga :  Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Gaza, Israel Tak Mau Tarik Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti

Menurutnya, kawasan tersebut membutuhkan perdamaian yang berkelanjutan agar masyarakat dapat hidup lebih aman.

Eropa Siap Bangun Hubungan Baru dengan Iran

Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan untuk membuka babak baru hubungan dengan Iran.

Keempat negara tersebut berkomitmen menjaga momentum perdamaian melalui kerja sama diplomatik dengan AS dan Iran.

Mereka juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap program nuklir Iran.

Negara-negara Eropa akan terus berkoordinasi dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai aturan internasional.

Perdamaian Buka Harapan Baru

Kesepakatan damai AS-Iran menjadi salah satu peristiwa geopolitik terbesar pada 2026. Banyak negara menilai langkah tersebut dapat mengurangi risiko konflik di Timur Tengah.

Selain meningkatkan stabilitas kawasan, perdamaian juga berpotensi memperkuat perdagangan global dan menjaga keamanan jalur energi internasional.

Berbagai negara kini berharap AS dan Iran melanjutkan proses diplomasi agar perdamaian dapat bertahan dalam jangka panjang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya

Berita Terbaru