Sungai Penuh, APGtimes.com – Masyarakat Luhah Rio Mendiho terus mematangkan persiapan menjelang Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Salah satu persiapan yang mereka lakukan ialah mendirikan tiang karamentang setinggi 30 meter secara gotong royong.
Para tokoh adat, orang tua, dan anak jantan berkumpul sejak pagi hari di lokasi kegiatan. Mereka bersama-sama mengangkat dan menegakkan tiang karamentang yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Kenduri Sko. Kerja sama yang kuat membuat seluruh proses berjalan lancar.
Suasana adat semakin terasa ketika lantunan sike khas Sungai Penuh menggema di lokasi kegiatan. Syair-syair sike mengalun di tengah keramaian dan membangkitkan semangat masyarakat yang bekerja. Selain itu, lantunan sike menambah kekhidmatan suasana. Alunan tersebut menjadi penyemangat bagi para tokoh adat, orang tua, dan anak jantan yang bergotong royong mendirikan tiang karamentang.
Sementara itu, tokoh adat bersama masyarakat terus bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka saling membantu dan saling menguatkan selama proses pendirian tiang berlangsung. Karena itu, kekompakan yang terlihat mencerminkan kuatnya persatuan masyarakat Luhah Rio Mendiho dalam menjaga tradisi turun-temurun.
Salah seorang tokoh adat mengatakan, tiang karamentang tidak hanya menjadi bagian dari persiapan Kenduri Sko. Menurutnya, tiang tersebut juga melambangkan persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga marwah adat.
“Tiang karamentang ini menjadi lambang kekuatan persatuan masyarakat. Melalui gotong royong seperti inilah nilai-nilai adat terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Menjelang pelaksanaan Kenduri Sko, masyarakat terus menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka melakukan berbagai persiapan secara bersama-sama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Masyarakat juga berharap Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh berlangsung meriah, sukses, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat 6 Luhah Sungai Penuh. (nil)









