Tak Terima Dipindah ke Sekolah Jauh, Sejumlah Kepala Sekolah di Merangin Pilih Mundur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin

Merangin, APGtimes.com — Kebijakan mutasi ratusan kepala sekolah di Kabupaten Merangin, Jambi, memicu gelombang protes. Sejumlah kepala sekolah bahkan memilih mengajukan pengunduran diri setelah pemerintah menempatkan mereka di sekolah yang berlokasi jauh dari domisili.

Sebelumnya, Bupati Merangin M Syukur melantik dan mengambil sumpah jabatan 237 kepala sekolah pada Sabtu (6/6/2026). Pelantikan tersebut melibatkan 7 kepala sekolah taman kanak-kanak (TK), 186 kepala sekolah dasar (SD), dan 44 kepala sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, dua hari setelah pelantikan, sejumlah kepala sekolah mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin untuk mempertanyakan kebijakan penempatan tersebut.

Kepsek Keluhkan Penempatan Jauh dari Domisili

Salah seorang kepala sekolah mengaku keberatan setelah pemerintah memindahkannya dari Kecamatan Tabir Lintas ke Kecamatan Lembah Masurai.

Menurutnya, masa pensiunnya hanya tersisa sekitar satu tahun sehingga penempatan baru tersebut dinilai memberatkan.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi terkait penempatan jabatan kepala sekolah yang kami anggap tidak sesuai. Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi kami yang sudah mendekati masa pensiun,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah mengembalikannya menjadi guru biasa di sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Jalur Sungai Penuh–Tapan Masih Macet akibat Longsor, Kendaraan Menumpuk

Kepala Sekolah Datangi DPRD Merangin

Karena tidak berhasil menemui Kepala Disdikbud Merangin, para kepala sekolah kemudian mendatangi Kantor DPRD Merangin.

Dalam audiensi bersama Wakil Ketua II DPRD Merangin dan anggota Komisi II, para kepala sekolah menyampaikan berbagai keluhan terkait proses mutasi dan pelantikan.

Perwakilan kepala sekolah menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses rolling jabatan yang baru berlangsung tersebut.

Sampaikan 10 Poin Aspirasi

Dalam pertemuan itu, para kepala sekolah menyampaikan 10 poin aspirasi kepada DPRD Merangin.

Mereka meminta pemerintah menjelaskan dasar aturan yang digunakan dalam pelantikan dan mutasi kepala sekolah.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mempertimbangkan domisili kepala sekolah saat melakukan rotasi jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Para kepala sekolah turut mempertanyakan alasan pemerintah tidak merotasi sejumlah kepala sekolah yang sudah menjabat dua hingga tiga periode.

Mereka juga menyoroti mekanisme pelantikan yang menurut mereka berlangsung tanpa undangan resmi dan tanpa penandatanganan fakta integritas.

Soroti Transparansi dan Dugaan Kejanggalan

Selain masalah penempatan, para kepala sekolah juga mempertanyakan transparansi sistem seleksi dan pelantikan.

Baca Juga :  Kabar Baik! Beasiswa Pro Jambi Cerdas 2026 Dibuka, 500 Mahasiswa S1 Bisa Daftar

Mereka menilai pemerintah belum memanfaatkan sistem digital secara maksimal karena calon kepala sekolah tidak menerima informasi pelantikan melalui aplikasi yang tersedia.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta pihak terkait mengusut dugaan kejanggalan yang muncul dalam proses pelantikan kepala sekolah.

Para kepala sekolah berharap DPRD Merangin membantu meninjau ulang hasil pelantikan dan mutasi yang telah berlangsung.

Minta Pemerintah Pertimbangkan Kepala Sekolah yang Mendekati Pensiun

Dalam audiensi tersebut, para kepala sekolah meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kepala sekolah yang segera memasuki masa pensiun.

Mereka menilai penempatan di wilayah yang jauh justru akan menambah beban menjelang akhir masa pengabdian.

Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik, termasuk mengembalikan sebagian kepala sekolah menjadi guru biasa di sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka.

Hingga kini, polemik mutasi kepala sekolah di Merangin masih menjadi perhatian publik dan menunggu respons resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Berita Terbaru