BMKG Ungkap Hujan 94 Mm Picu Banjir Bandang Solok, Warga Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi aliran sungai yang menyebabkan banjir bandang di kabupaten solok, menghantam kompleks pemerintahan, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Kondisi aliran sungai yang menyebabkan banjir bandang di kabupaten solok, menghantam kompleks pemerintahan, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Solok, APGtimes.com – Hujan lebat memicu banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di wilayah Solok mencapai 94 milimeter per hari. Hujan turun terus-menerus hingga membuat aliran air meluap sekitar pukul 23.00 WIB.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani menjelaskan bahwa angka tersebut masuk kategori hujan lebat. BMKG menetapkan curah hujan di atas 50 milimeter per hari sebagai hujan lebat.

“Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari,” kata Andri dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Hujan Lebat Picu Luapan Air

Volume air terus meningkat setelah hujan mengguyur Solok dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan debit aliran sungai hingga meluap.

Derasnya aliran air membawa lumpur dan material lain ke wilayah yang lebih rendah. Banjir bandang pun menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Solok.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Guncang NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang

Menurut BMKG, hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per hari sudah masuk kategori lebat. Curah hujan Solok yang mencapai 94 milimeter menunjukkan tingginya intensitas hujan saat bencana terjadi.

BMKG Sudah Berikan Peringatan

Sebelum bencana terjadi, BMKG telah menyampaikan informasi mengenai potensi cuaca ekstrem.

Peringatan tersebut mencakup prakiraan cuaca hingga tujuh hari sebelum kejadian. Selanjutnya, BMKG memperbarui informasi pada periode tiga hari dan mengeluarkan peringatan jangka pendek ketika potensi cuaca ekstrem meningkat.

Karena itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang panjang.

Musim Kemarau Tetap Bisa Diguyur Hujan Ekstrem

Memasuki musim kemarau tidak berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan lebat. Karakteristik iklim setiap daerah dapat membuat pola hujan berbeda.

Baca Juga :  Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Sumatera Barat termasuk wilayah yang pola hujannya tidak selalu mengikuti pola musim secara umum. Faktor atmosfer lokal dan regional juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, sejumlah wilayah Indonesia sedang memasuki masa peralihan musim. Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan deras dalam waktu singkat.

BMKG Minta Masyarakat Waspada

BMKG mengimbau masyarakat di sejumlah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian mencakup sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Masyarakat juga perlu mewaspadai dampak lanjutan seperti banjir, longsor, serta pohon tumbang.

Untuk Kabupaten Solok, BMKG mencatat hujan 94 milimeter per hari sebagai pemicu utama banjir bandang pada Senin malam.

Sementara itu, proses penanganan dampak bencana masih berlangsung. Pemerintah dan tim gabungan terus melakukan pendataan serta penanganan di wilayah yang terdampak banjir bandang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Talang Masih Mendung dan Berangin, Warga Solok Diminta Waspadai Banjir Susulan
Banjir Bandang Solok Putus Jalan Padang-Solok, 4 Warga Luka dan 32 Mengungsi
Karhutla Kembali Terjadi di Way Kambas, 3 Titik Api Terdeteksi di Resort Cabang
Bukan Register 45, Tapir Kini Terlihat di Perkebunan Sawit Mesuji dan Langsung Ditangani BKSDA
108 Sekolah di Lampung Belum Terima MBG, Baru 51 Dikonfirmasi Menolak
127 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pariaman, Pemkot Talangi Biaya Pengobatan
ISPU Sungai Penuh Naik Jadi 73,58, Kualitas Udara Masih Kategori Sedang
Buka Lahan dengan Membakar, Pria di Indragiri Hulu Ditangkap Terkait Karhutla 200 Hektare
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:59 WIB

Gunung Talang Masih Mendung dan Berangin, Warga Solok Diminta Waspadai Banjir Susulan

Selasa, 22 September 2026 - 23:09 WIB

BMKG Ungkap Hujan 94 Mm Picu Banjir Bandang Solok, Warga Diminta Waspada

Selasa, 22 September 2026 - 10:09 WIB

Banjir Bandang Solok Putus Jalan Padang-Solok, 4 Warga Luka dan 32 Mengungsi

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Way Kambas, 3 Titik Api Terdeteksi di Resort Cabang

Senin, 21 September 2026 - 10:09 WIB

Bukan Register 45, Tapir Kini Terlihat di Perkebunan Sawit Mesuji dan Langsung Ditangani BKSDA

Berita Terbaru