WALHI Ungkap Dugaan 300 Rakit PETI di Tebo, Polisi Bersiap Turun ke Lokasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jambi mengungkap temuan adanya aktivitas tambang emas ilegal dalam skala besar di Desa Teluk Langkap.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jambi mengungkap temuan adanya aktivitas tambang emas ilegal dalam skala besar di Desa Teluk Langkap.

Tebo, APGtimes.com – Polres Tebo menyiapkan langkah penertiban terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Polisi bersama instansi terkait akan mendatangi lokasi untuk memeriksa aktivitas tambang yang dilaporkan masyarakat. Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindak pelanggaran yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Tebo, Rimhot Nainggolan, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Polisi juga mengumpulkan data untuk mengetahui skala aktivitas tambang emas ilegal di kawasan tersebut.

Polisi Siapkan Penertiban

Polres Tebo mulai menyusun rencana operasi setelah menerima laporan mengenai maraknya PETI di Desa Teluk Langkap.

Petugas akan memeriksa sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi tambang emas ilegal. Tim gabungan juga akan mendata aktivitas yang berlangsung di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga :  Jalur Padang–Bukittinggi Kembali Dibuka, Lembah Anai Normal Setelah Longsor

Selain itu, penyidik akan mencari informasi mengenai pihak yang menjalankan aktivitas tambang tanpa izin tersebut.

WALHI Temukan Ratusan Rakit

WALHI Jambi mengungkap dugaan keberadaan sekitar 300 rakit tambang emas di kawasan Desa Teluk Langkap.

Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, mengatakan masyarakat menyampaikan laporan mengenai aktivitas PETI yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

WALHI juga menemukan indikasi penggunaan alat berat di sekitar kawasan tambang. Temuan itu menunjukkan aktivitas pertambangan berlangsung dalam skala besar.

Menurut Oscar, aktivitas tersebut terus meluas dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Lingkungan Terancam

WALHI menilai aktivitas PETI mengancam kawasan hutan dan aliran sungai di wilayah Kecamatan Sumay.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Bikin Udara Palembang Berbahaya, PM2.5 Capai 398,7 Mikrogram

Aktivitas tambang emas ilegal dapat mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan. Kegiatan tersebut juga berpotensi menurunkan kualitas air sungai yang dimanfaatkan masyarakat setiap hari.

Selain itu, aktivitas PETI dapat mempercepat kerusakan lahan dan mengganggu keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.

Minta Tindakan Tegas

WALHI mendesak aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pelaku tambang emas ilegal.

Menurut organisasi tersebut, pelaku tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah itu.

Sementara itu, Polres Tebo terus mendalami informasi yang berkembang. Polisi akan memverifikasi seluruh temuan sebelum menjalankan langkah lanjutan.

Hingga saat ini, petugas masih mempersiapkan operasi lapangan untuk menindak aktivitas PETI di Desa Teluk Langkap. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba, Siapkan Usulan Perda Khusus
Kabut Asap Masih Pekat, Siswa Padang Panjang Kembali Belajar di Rumah
Kabut Asap Ganggu Bandara Pekanbaru, 12 Penerbangan Tertunda
Polda Jambi Tangani 18 Kasus Karhutla, 16 Orang Jadi Tersangka hingga Oktober 2026
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Pengendara Diminta Waspada Longsor
Titik Panas Sumsel Naik Jadi 1.917, ISPU Palembang Tembus Kategori Berbahaya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Masih Macet akibat Longsor, Kendaraan Menumpuk
Banjir dan Longsor Terjang Pesisir Selatan, Ribuan Data Terdampak dan Jalan Nasional Tergenang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba, Siapkan Usulan Perda Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kabut Asap Masih Pekat, Siswa Padang Panjang Kembali Belajar di Rumah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kabut Asap Ganggu Bandara Pekanbaru, 12 Penerbangan Tertunda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Polda Jambi Tangani 18 Kasus Karhutla, 16 Orang Jadi Tersangka hingga Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Pengendara Diminta Waspada Longsor

Berita Terbaru