Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) membahas rencana tersebut bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026). Pertemuan itu juga membahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Korps Marinir menyebut pembentukan Batalyon Sniper menjadi salah satu agenda pengembangan kekuatan pasukan.
“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.
Selain itu, Korps Marinir berharap TNI AL menambah satuan bantuan udara. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pasukan baret ungu menjalankan berbagai tugas operasi.
Marinir Berencana Menambah Brigade Infanteri
Jajaran TNI AL juga membahas rencana validasi organisasi Korps Marinir. Salah satu agendanya ialah menambah satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
Korps Marinir menilai langkah ini dapat memperkuat postur pertahanan nasional. Penambahan satuan juga diharapkan memperluas jangkauan operasi dan meningkatkan kesiapan prajurit.
“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.
Namun, keterangan tersebut belum merinci lokasi pembentukan Brigif baru. Jadwal pelaksanaan rencana itu juga belum dijelaskan.
KSAL Siapkan Kenaikan Pangkat bagi Prajurit Marinir
Dalam pertemuan yang sama, KSAL turut membahas penghargaan bagi prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Peristiwa itu terjadi di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Jumat (9/10/2026).
KSAL menyampaikan bahwa prajurit berprestasi akan memperoleh penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa. Mereka juga berpeluang mengikuti pendidikan untuk meningkatkan kemampuan.
Korps Marinir menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit. Ketiganya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas operasi.
Melalui penghargaan itu, TNI AL ingin mengakui kontribusi prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan. Upaya tersebut juga mendukung tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rencana pembentukan Batalyon Sniper, penambahan alutsista, dan pengembangan organisasi menjadi bagian dari agenda penguatan Korps Marinir. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pasukan dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah Indonesia. (yp*)









