Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.(YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.(YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat yang belum bekerja. Program ini mengajak para penganggur mengikuti pelatihan keterampilan agar mereka dapat kembali produktif dan memiliki peluang memasuki dunia kerja.

Suyudi menilai pengangguran dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, Polri ingin ikut mendorong masyarakat memperoleh keterampilan serta kesempatan kerja.

“Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran ini berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Suyudi setelah bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).

Polri Gandeng Kementerian dan Pendamping Desa

Polri akan menggandeng sejumlah kementerian serta Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah untuk menjalankan program Poliran. Lembaga-lembaga tersebut akan membantu menyediakan pelatihan bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.

Suyudi mencontohkan kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam kolaborasi ini, Polri akan mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk mendata dan mengajak warga desa yang menganggur mengikuti pelatihan.

Baca Juga :  DPR Ingatkan Gaji ASN dan PPPK Tak Boleh Telat, Pemerintah Diminta Segera Cairkan Tambahan TKD

“Kita akan mengaktifkan masyarakat kita yang pengangguran, polanya adalah merekrut para Bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujar Suyudi.

Selain Bhabinkamtibmas, pendamping desa juga akan membantu petugas menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelatihan kerja. Langkah ini diharapkan memperluas akses warga desa terhadap program Poliran.

Tiga Kementerian Dukung Pelatihan Keterampilan

Polri telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan untuk mendukung program tersebut.

Ketiga kementerian akan membantu peserta mengembangkan keterampilan nonteknis atau soft skill. Bekal ini diharapkan meningkatkan kemampuan mereka saat mencari pekerjaan maupun menjalankan kegiatan produktif lainnya.

Suyudi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian utama dari program Poliran.

“Kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan dalam hal pekerjaan, bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Nah ini prinsip daripada Poliran,” kata Suyudi.

Baca Juga :  16 Juta Orang Urus SKCK, 3,2 Juta Peserta JKN Tercatat Tidak Aktif

Melalui pelatihan itu, Polri ingin membantu penganggur meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Mantan Pengguna Narkotika Ikut Menjadi Sasaran

Poliran juga menyasar mantan pengguna narkotika yang telah menjalani rehabilitasi, tetapi belum memperoleh pekerjaan.

Suyudi menilai ketiadaan pekerjaan dapat meningkatkan risiko mereka kembali menggunakan narkotika atau mengalami kekambuhan (relapse). Oleh sebab itu, program ini ingin membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kembali kehidupan produktif.

“Saat ini sedang kita persiapkan dan harapan kita masyarakat yang pengangguran tadi termasuk orang-orang yang ketergantungan terhadap narkotika, setelah dia direhabilitasi, nah sering kali balik lagi, relapse lagi. Karena apa? Karena tidak mendapatkan pekerjaan. Nah ini yang kita harapkan,” ujar Suyudi.

Polri kini mempersiapkan pelaksanaan program Poliran. Melalui kerja sama dengan kementerian, BLK, Bhabinkamtibmas, dan pendamping desa, Polri berharap semakin banyak penganggur memperoleh akses pelatihan dan kesempatan untuk kembali bekerja. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Mudik Gratis Nataru 2026/2027 Dibuka Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus ke 10 Kota
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik

Berita Terbaru

Ilustrasi Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia.(Anton Zubchevskyi / iStock Editorial via Getty Images)

Ekonomi & Bisnis

Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:09 WIB