Lampung, APGtimes.com — Rekaman kawanan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang melintasi hutan bekas kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, menjadi perhatian publik.
Video tersebut memperlihatkan sejumlah gajah berjalan di kawasan terbuka dengan latar vegetasi yang menghitam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Akun Kabar Hutan Indonesia membagikan rekaman itu pada Kamis (29/10/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menggambarkan kondisi kawasan pada pagi hari setelah kebakaran dilaporkan padam.
“Beginilah kondisi pagi hari di Taman Nasional Way Kambas setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan padam,” tulis akun tersebut.
Pemandangan hutan yang menghitam memperlihatkan dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi. Selain itu, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera.
Gerimis turun di kawasan bekas kebakaran
Rekaman tersebut juga menunjukkan hujan gerimis mulai membasahi kawasan Way Kambas. Turunnya hujan memberikan harapan bagi pemulihan lingkungan setelah api mengancam hutan dan habitat satwa.
Namun, akun Kabar Hutan Indonesia mengingatkan bahwa kawasan bekas kebakaran masih membutuhkan pengawasan. Bara yang tersisa berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama pada area yang rawan terbakar.
“Hujan gerimis menjadi kabar yang melegakan, meski kondisi kawasan tetap perlu dipantau untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang kembali menyala, terutama di area yang rawan terbakar,” tulis akun tersebut.
Pengunggah video juga berharap hujan terus turun agar ekosistem Way Kambas dapat pulih. Mereka menegaskan bahwa hutan yang terjaga menjadi tempat hidup bagi satwa liar.
Relawan mengonfirmasi lokasi berada di Rantau Jaya
Terkait rekaman yang beredar, Kepala Balai TNWK MHD Zaidi belum dapat memastikan lokasi persis kawasan bekas kebakaran tersebut. Saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026), ia mengaku belum mengetahui foto atau video yang dimaksud.
“Saya malah nggak tau foto ini. Dari siapa dapatnya? Coba klarifikasi ke mereka dulu.. Sy nggak tau infonya..” kata Zaidi.
Berbeda dengan Zaidi, seorang relawan di Way Kambas membenarkan bahwa kawasan dalam video merupakan lokasi yang sempat terbakar. Ia menyebut tempat tersebut berada di Rantau Jaya.
“Benar, di Rantau Jaya,” ujarnya.
Meski memberikan konfirmasi lokasi, relawan tersebut meminta agar identitasnya tidak dicantumkan dalam pemberitaan, termasuk dalam bentuk inisial.
Pemprov Lampung laporkan sejumlah titik tidak lagi berasap
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di TNWK. Berdasarkan rilis pemerintah daerah, sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran tidak lagi mengeluarkan asap hingga siang hari pada Rabu (28/10/2026).
Tim Satuan Tugas (Satgas) Darat memantau kondisi tersebut menggunakan drone. Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf Jonathan Ginting, menjelaskan bahwa hujan deras turut membantu proses pemadaman.
Hujan mengguyur kawasan operasi sekitar pukul 01.20 WIB hingga 02.45 WIB. Setelah itu, gerimis masih turun sampai pagi hari.
Pemantauan udara pada pukul 11.40 WIB menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Selanjutnya, pemeriksaan di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.
Jonathan mengatakan, tim memperkuat hasil pemantauan drone melalui pemeriksaan langsung oleh personel darat. Petugas mendatangi seluruh titik sasaran untuk memastikan kondisi kebakaran.
“Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,” katanya.
Satgas tetap melakukan penyisiran di area terdampak
Pemeriksaan lapangan mencakup titik A, B, C, dan D. Setelah itu, tim mencocokkan hasil pengecekan personel dengan pemantauan drone yang menyisir kawasan dari udara.
Meski sejumlah titik tidak lagi mengeluarkan asap, Satgas Darat belum menghentikan penanganan. Petugas tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk mengantisipasi kemunculan api baru.
Langkah tersebut penting karena bara yang tersembunyi masih berpotensi memicu kebakaran susulan. Oleh sebab itu, pemantauan kawasan bekas terbakar tetap berlangsung meskipun kondisi sejumlah titik menunjukkan perkembangan positif.
“Satgas Darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar Jonathan.
Rekaman gajah yang melintasi hutan bekas karhutla menjadi gambaran kondisi kawasan konservasi setelah kebakaran. Karena itu, upaya pengawasan dan pemulihan lingkungan tetap diperlukan untuk menjaga habitat satwa liar di Taman Nasional Way Kambas. (ys*)









