Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawanan gajah menyusuri kawasan bekas karhutla di TNWK, Kamis (29/10/2026).(Dokumentasi warganet.)

Kawanan gajah menyusuri kawasan bekas karhutla di TNWK, Kamis (29/10/2026).(Dokumentasi warganet.)

Lampung, APGtimes.com — Rekaman kawanan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang melintasi hutan bekas kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, menjadi perhatian publik.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah gajah berjalan di kawasan terbuka dengan latar vegetasi yang menghitam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Akun Kabar Hutan Indonesia membagikan rekaman itu pada Kamis (29/10/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menggambarkan kondisi kawasan pada pagi hari setelah kebakaran dilaporkan padam.

“Beginilah kondisi pagi hari di Taman Nasional Way Kambas setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan padam,” tulis akun tersebut.

Pemandangan hutan yang menghitam memperlihatkan dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi. Selain itu, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera.

Gerimis turun di kawasan bekas kebakaran

Rekaman tersebut juga menunjukkan hujan gerimis mulai membasahi kawasan Way Kambas. Turunnya hujan memberikan harapan bagi pemulihan lingkungan setelah api mengancam hutan dan habitat satwa.

Namun, akun Kabar Hutan Indonesia mengingatkan bahwa kawasan bekas kebakaran masih membutuhkan pengawasan. Bara yang tersisa berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama pada area yang rawan terbakar.

“Hujan gerimis menjadi kabar yang melegakan, meski kondisi kawasan tetap perlu dipantau untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang kembali menyala, terutama di area yang rawan terbakar,” tulis akun tersebut.

Pengunggah video juga berharap hujan terus turun agar ekosistem Way Kambas dapat pulih. Mereka menegaskan bahwa hutan yang terjaga menjadi tempat hidup bagi satwa liar.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tiga Desa Desak PT KMH Bayar Ganti Rugi Lahan Proyek PLTA Kerinci

Relawan mengonfirmasi lokasi berada di Rantau Jaya

Terkait rekaman yang beredar, Kepala Balai TNWK MHD Zaidi belum dapat memastikan lokasi persis kawasan bekas kebakaran tersebut. Saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026), ia mengaku belum mengetahui foto atau video yang dimaksud.

“Saya malah nggak tau foto ini. Dari siapa dapatnya? Coba klarifikasi ke mereka dulu.. Sy nggak tau infonya..” kata Zaidi.

Berbeda dengan Zaidi, seorang relawan di Way Kambas membenarkan bahwa kawasan dalam video merupakan lokasi yang sempat terbakar. Ia menyebut tempat tersebut berada di Rantau Jaya.

“Benar, di Rantau Jaya,” ujarnya.

Meski memberikan konfirmasi lokasi, relawan tersebut meminta agar identitasnya tidak dicantumkan dalam pemberitaan, termasuk dalam bentuk inisial.

Pemprov Lampung laporkan sejumlah titik tidak lagi berasap

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di TNWK. Berdasarkan rilis pemerintah daerah, sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran tidak lagi mengeluarkan asap hingga siang hari pada Rabu (28/10/2026).

Tim Satuan Tugas (Satgas) Darat memantau kondisi tersebut menggunakan drone. Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf Jonathan Ginting, menjelaskan bahwa hujan deras turut membantu proses pemadaman.

Hujan mengguyur kawasan operasi sekitar pukul 01.20 WIB hingga 02.45 WIB. Setelah itu, gerimis masih turun sampai pagi hari.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Travel Mutiara Indah di Jalintim Jambi-Palembang, 4 Penumpang Tewas

Pemantauan udara pada pukul 11.40 WIB menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Selanjutnya, pemeriksaan di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.

Jonathan mengatakan, tim memperkuat hasil pemantauan drone melalui pemeriksaan langsung oleh personel darat. Petugas mendatangi seluruh titik sasaran untuk memastikan kondisi kebakaran.

“Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,” katanya.

Satgas tetap melakukan penyisiran di area terdampak

Pemeriksaan lapangan mencakup titik A, B, C, dan D. Setelah itu, tim mencocokkan hasil pengecekan personel dengan pemantauan drone yang menyisir kawasan dari udara.

Meski sejumlah titik tidak lagi mengeluarkan asap, Satgas Darat belum menghentikan penanganan. Petugas tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk mengantisipasi kemunculan api baru.

Langkah tersebut penting karena bara yang tersembunyi masih berpotensi memicu kebakaran susulan. Oleh sebab itu, pemantauan kawasan bekas terbakar tetap berlangsung meskipun kondisi sejumlah titik menunjukkan perkembangan positif.

“Satgas Darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar Jonathan.

Rekaman gajah yang melintasi hutan bekas karhutla menjadi gambaran kondisi kawasan konservasi setelah kebakaran. Karena itu, upaya pengawasan dan pemulihan lingkungan tetap diperlukan untuk menjaga habitat satwa liar di Taman Nasional Way Kambas. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Berita Terbaru