BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bank. (SHUTTERSTOCK/FRANK11)

Ilustrasi bank. (SHUTTERSTOCK/FRANK11)

Jakarta, APGtimes.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback pada 19–21 Oktober 2026. Langkah ini bertujuan mendukung stabilitas pasar modal Indonesia sekaligus mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap fundamental bisnisnya.

Dalam keterangan resmi pada Senin (19/10/2026), manajemen BCA menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadapi dinamika pasar keuangan. BCA juga akan mempertimbangkan kondisi pasar saat menjalankan pembelian kembali saham.

Program ini melanjutkan pelaksanaan buyback yang telah berlangsung pada April dan Juni 2026. Sebelumnya, pemegang saham menyetujui program tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 12 Maret 2026.

Program Buyback Berlangsung hingga Maret 2027

Berdasarkan keputusan RUPST, BCA memiliki waktu 12 bulan untuk menjalankan program buyback, terhitung sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Namun, perseroan dapat menghentikan program lebih awal dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik! Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Melonjak pada 11 Juli 2026

Selain itu, BCA menegaskan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Manajemen juga menyatakan bahwa program tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Meski demikian, BCA akan terus mencermati perkembangan pasar sebelum mengambil langkah lanjutan.

Laba Bersih BCA Tumbuh Menjadi Rp29,5 Triliun

Di tengah pelaksanaan program buyback, BCA mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026. Hingga akhir Juni 2026, BCA bersama entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika laba bersih mencapai Rp28,5 triliun.

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini Tembus Rp17,3 Juta per Suku, Emas Antam Naik ke Rp2,77 Juta per Gram

Pertumbuhan juga terlihat pada penyaluran kredit. Hingga akhir Juni 2026, total kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun, naik 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kenaikan kredit tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perseroan selama paruh pertama 2026.

Dana Nasabah Mencapai Rp1.284 Triliun

Selain mencatat pertumbuhan laba dan kredit, BCA juga meningkatkan penghimpunan dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 7,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan dana yang dipercayakan nasabah kepada BCA.

Dengan melanjutkan program buyback, BCA berupaya mendukung stabilitas pasar modal sambil tetap memperhatikan kondisi pasar. Perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dollar AS per Barel, Brent Naik 3,7 Persen
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB