OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026).  Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal menggelar dialog dengan analis, ekonom, dan influencer keuangan atau finfluencer pada Minggu, 18 Oktober 2026. Pertemuan ini membahas kondisi pasar modal Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam.

Dalam sepekan, IHSG turun 14,91 persen. Karena itu, OJK dan pelaku pasar membahas berbagai faktor yang memengaruhi kepercayaan investor. Salah satu perhatian utama ialah rencana evaluasi status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

OJK Serap Masukan Analis dan Finfluencer

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa dialog tersebut bertujuan menghimpun pandangan dari berbagai kalangan. Melalui pertemuan ini, OJK ingin memahami persoalan pasar sekaligus mencari langkah perbaikan yang tepat.

Selain itu, masukan dari analis, ekonom, dan finfluencer diharapkan membantu regulator menyusun kebijakan yang lebih responsif. Dengan demikian, upaya pemulihan kepercayaan investor dapat berjalan lebih terarah.

Baca Juga :  Purbaya Perketat Pengawasan Barang Ilegal demi Jaga Ekonomi Nasional

IHSG Anjlok 14,91 Persen dalam Sepekan

Tekanan terhadap pasar saham meningkat setelah MSCI membuka kemungkinan mengubah klasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Wacana tersebut memicu perhatian investor karena perubahan status dapat memengaruhi persepsi terhadap pasar modal Indonesia.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau trading halt. Kebijakan itu berlaku pada pukul 08.58 WIB setelah IHSG merosot 8 persen.

Akibatnya, kondisi pasar menjadi sorotan pelaku industri keuangan. Oleh sebab itu, regulator menilai pembenahan tata kelola dan transparansi perlu terus berjalan untuk menjaga kepercayaan investor.

OJK Perkuat Reformasi dan Penegakan Aturan

OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat reformasi pasar modal serta menegakkan aturan secara konsisten. Langkah ini bertujuan meningkatkan integritas pasar sekaligus melindungi kepentingan investor.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi administratif dengan total nilai Rp2,1 triliun. OJK menjelaskan bahwa sanksi tersebut berasal dari hasil pemeriksaan yang telah berlangsung sebelumnya. Jadi, pengumuman itu bukan semata-mata respons terhadap gejolak pasar dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen

BEI Fokus pada Transparansi Kepemilikan Saham

Direktur BEI, Iding Pardi, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pembenahan pasar modal. Fokus tersebut mencakup transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor, dan konsentrasi kepemilikan.

Melalui perbaikan pada aspek tersebut, BEI berharap investor memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan saham. Selain itu, keterbukaan informasi dapat mendukung perdagangan yang lebih sehat dan kredibel.

OJK dan SRO pun terus menghimpun masukan dari pelaku pasar untuk menentukan langkah pembenahan. Dengan memperkuat transparansi, tata kelola, dan penegakan aturan, regulator berharap pasar modal Indonesia dapat menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan terhadap IHSG. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dollar AS per Barel, Brent Naik 3,7 Persen
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB