DEN Ungkap Dampak Kualitas Menu MBG terhadap Semangat Belajar Siswa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DEN Firman Hidayat dalam peluncuran laporan CIPS di Jakarta, Senin (28/7/2025). (KOMPAS.com/ELSA CATRIANA)

Anggota DEN Firman Hidayat dalam peluncuran laporan CIPS di Jakarta, Senin (28/7/2025). (KOMPAS.com/ELSA CATRIANA)

Jakarta, APGtimes.com – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta pemerintah meningkatkan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperluas jangkauan penerima manfaat. Hasil kajian DEN menunjukkan bahwa kualitas makanan berkaitan dengan semangat belajar siswa dan tingkat kehadiran mereka di sekolah.

Anggota DEN Firman Hidayat menyampaikan hasil kajian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10/2026). DEN menyusun kajian ini bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya.

Firman menegaskan bahwa pemerintah perlu memperhatikan mutu makanan sekaligus memastikan program MBG menjangkau siswa yang paling membutuhkan.

95 Persen Siswa Lebih Semangat dengan Menu Berkualitas

Firman menjelaskan bahwa 95 persen siswa penerima MBG mengaku lebih bersemangat belajar ketika mereka memperoleh makanan berkualitas sangat baik.

Sebaliknya, kualitas menu yang buruk berkaitan dengan penurunan semangat belajar siswa. Temuan ini memperkuat pentingnya menjaga mutu makanan dalam pelaksanaan program MBG.

DEN merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap menu yang disajikan. Makanan yang layak dan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa sekaligus mendukung aktivitas belajar mereka.

Baca Juga :  Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla

Penerima MBG Cenderung Lebih Jarang Absen

Kajian DEN juga menemukan perbedaan tingkat kehadiran antara siswa penerima MBG dan siswa yang tidak menerima program tersebut.

Menurut Firman, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa nonpenerima. Perbedaan ini terlihat lebih jelas pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah.

Siswa dari keluarga miskin yang tidak menerima MBG cenderung lebih sering absen. Sebaliknya, penerima MBG dari kelompok ekonomi yang sama relatif lebih rutin mengikuti kegiatan belajar.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya akses pangan bagi anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah perlu memastikan program MBG menjangkau siswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

DEN Soroti Distribusi MBG di Perkotaan

Selain kualitas makanan, DEN menyoroti ketimpangan distribusi penerima manfaat. Berdasarkan kajian per September 2026, penerima MBG masih lebih banyak berada di perkotaan daripada di perdesaan.

DEN juga menemukan bahwa siswa dari keluarga mampu masih lebih banyak menerima manfaat dibandingkan siswa dari keluarga miskin.

Baca Juga :  Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut

Kondisi ini mendorong DEN meminta pemerintah memperbaiki prioritas penyaluran. Pemerintah perlu mendahulukan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah perdesaan, serta masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan sasaran yang lebih tepat, program MBG dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

DEN Minta Pemerintah Tingkatkan Evaluasi MBG

Dalam pertemuan dengan Prabowo, DEN menekankan dua prioritas utama, yakni peningkatan kualitas makanan dan pemerataan penerima manfaat.

Mutu makanan berkaitan dengan rasa lapar dan semangat belajar anak. Sementara itu, distribusi yang merata membantu siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh akses makanan bergizi.

Pemerintah perlu menggunakan hasil kajian tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG. Pengawasan menu dan perbaikan sasaran penerima dapat membantu program mencapai tujuan secara lebih optimal.

DEN berharap perbaikan tersebut mampu memperkuat manfaat MBG bagi siswa di berbagai daerah, terutama anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ombudsman Temukan Jalur Belakang Lapas Cibinong Tanpa Pagar, Ada 2 Mobil Mewah
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang
Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla
Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar
Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar
Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia
Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut
Cara Daftar Beasiswa LPDP Co-Funding 2026, Kuliah S2 di China, AS, dan Inggris
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:09 WIB

DEN Ungkap Dampak Kualitas Menu MBG terhadap Semangat Belajar Siswa

Rabu, 30 September 2026 - 11:09 WIB

Ombudsman Temukan Jalur Belakang Lapas Cibinong Tanpa Pagar, Ada 2 Mobil Mewah

Selasa, 1 September 2026 - 22:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB