Cara Daftar Beasiswa LPDP Co-Funding 2026, Kuliah S2 di China, AS, dan Inggris

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com — Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) skema co-funding atau pendanaan bersama resmi dibuka mulai 29 Mei hingga 31 Juni 2026. Program ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan magister (S2) di kampus ternama dalam dan luar negeri.

Berbeda dengan beasiswa reguler, LPDP co-funding menerapkan pembagian biaya antara LPDP dan penerima beasiswa. LPDP dapat menanggung biaya pendidikan, sementara penerima membiayai kebutuhan hidup. Skema sebaliknya juga dapat berlaku sesuai ketentuan program.

Pada seleksi tahun 2026, LPDP membuka tiga program beasiswa co-funding yang bekerja sama dengan perguruan tinggi internasional di China, Amerika Serikat, dan Inggris.

Central South University China

Program pertama berasal dari Central South University, China. Kampus ini menawarkan program studi Materials and Chemicals serta International Economics and Trade.

Mahasiswa akan menjalani masa studi selama tiga tahun termasuk program magang. Setelah lulus, peserta wajib berkontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi secara berturut-turut.

Program ini juga membuka peluang karier di bidang metalurgi melalui kerja sama dengan GEM Co. Ltd.

Baca Juga :  BKN Pastikan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tetap Berstatus ASN

LPDP membuka program tersebut untuk masyarakat umum dan CPNS/PNS.

Pelamar wajib memiliki IPK minimal 3,00 dan memenuhi syarat kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan yang berlaku.

Georgetown SFS Asia Pacific

LPDP juga bekerja sama dengan Georgetown SFS Asia Pacific melalui program Executive Master’s in Diplomacy and International Affairs.

Program ini berlangsung selama satu tahun akademik dengan sistem perkuliahan di tiga negara.

Mahasiswa akan belajar di Jakarta pada semester pertama, kemudian melanjutkan studi di Washington DC, Amerika Serikat, serta mengikuti modul akademik di Qatar.

LPDP membuka program ini untuk masyarakat umum, CPNS, PNS, TNI, dan Polri.

Pelamar harus memiliki IPK minimal 3,25 serta memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris yang ditetapkan kampus.

King’s College London Singosari

Program ketiga berasal dari King’s College London yang beroperasi di Kampus Singosari, Malang, Jawa Timur.

Kampus ini menawarkan program Digital Economics dan Digital Future dengan masa studi selama dua tahun.

LPDP membuka kesempatan bagi masyarakat umum, CPNS, PNS, TNI, dan Polri untuk mengikuti seleksi.

Baca Juga :  ICJR Tolak TNI Ikut Berantas Begal, Sebut Penegakan Hukum Wewenang Polisi

Pelamar wajib memiliki IPK minimal 3,00 dan memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris sesuai standar kampus.

Cara Mendaftar Beasiswa LPDP Co-Funding

Pelamar dapat mendaftar melalui portal resmi LPDP di beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id.

Khusus program Georgetown SFS Asia Pacific dan King’s College London, peserta harus melakukan pendaftaran secara paralel melalui situs resmi universitas tujuan dan portal LPDP.

Karena itu, pelamar perlu memastikan seluruh dokumen dan persyaratan telah lengkap sebelum batas akhir pendaftaran.

Jadwal Seleksi LPDP Co-Funding 2026

LPDP menetapkan jadwal seleksi sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 29 Mei – 31 Juni 2026
  • Seleksi Administrasi: 1–9 Juli 2026
  • Pengumuman Administrasi: 10 Juli 2026
  • Masa Sanggah: 10–12 Juli 2026
  • Hasil Sanggah: 22 Juli 2026
  • Seleksi Substansi: 27–31 Juli 2026
  • Pengumuman Akhir: 5 Agustus 2026
  • Perkuliahan paling cepat dimulai pada September 2026

LPDP mengimbau calon peserta segera mempersiapkan dokumen akademik, sertifikat bahasa Inggris, serta persyaratan administrasi lainnya agar peluang lolos seleksi semakin besar. (da*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB