Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar suasana kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Jum'at (21/8/2026) malam(Istimewa )

Tangkapan layar suasana kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Jum'at (21/8/2026) malam(Istimewa )

Lampung Timur, APGtimes.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. Warga merekam kobaran api yang terlihat merah terang di langit malam.

Kepala Balai TNWK Zaidi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan api mulai muncul pada Jumat (21/8/2026) siang.

Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Petugas masih memadamkan api dan melakukan pendinginan pada Sabtu (22/8/2026).

“Teman-teman kami masih berjibaku di lapangan sejak siang kemarin,” kata Zaidi, Sabtu (22/8/2026).

Zaidi Duga Pemburu Liar Bakar Hutan

Zaidi menduga seseorang sengaja membakar kawasan TNWK. Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Zaidi, pemburu liar kemungkinan memiliki kaitan dengan kebakaran tersebut. Mereka diduga membakar kawasan hutan untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga :  TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia

“Saya yakinnya begitu. Ada dugaan seperti tahun-tahun sebelumnya, sengaja dibakar oleh pemburu liar,” tegas Zaidi.

Namun, petugas masih mencari informasi untuk memastikan penyebab dan pihak yang memicu kebakaran.

Petugas Hadapi Medan Sulit

Petugas menghadapi kondisi lapangan yang sangat kering. Cuaca dan minimnya sumber air juga membuat proses pemadaman semakin sulit.

Kendaraan tidak dapat mencapai sejumlah titik api. Petugas harus berjalan kaki sambil membawa peralatan menuju lokasi kebakaran.

“Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus berjalan kaki,” ujar Zaidi.

Baca Juga :  Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem

Kondisi tersebut membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.

Luas Area Terbakar Belum Terukur

Balai TNWK belum mengetahui luas area yang terbakar. Petugas masih fokus memadamkan api dan mencegah kobaran menyebar.

“Teman-teman lagi berjibaku di lapangan, belum bisa kita mintain dokumentasi,” kata Zaidi.

Petugas juga melakukan pendinginan atau mop-up di sejumlah titik. Mereka memastikan bara api tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

TNWK menjadi habitat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Karena itu, petugas terus menjaga titik-titik rawan agar api tidak mengancam kawasan konservasi lebih luas.

Tim gabungan masih bersiaga di lapangan hingga seluruh titik api terkendali. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar
Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia
Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut
Cara Daftar Beasiswa LPDP Co-Funding 2026, Kuliah S2 di China, AS, dan Inggris
Pemerintah Libatkan Banyak Kementerian Awasi PT DSI
Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:09 WIB

Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05 WIB

Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:09 WIB

Cara Daftar Beasiswa LPDP Co-Funding 2026, Kuliah S2 di China, AS, dan Inggris

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB