Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Sumatera. Kondisi tersebut membuat sekitar enam penerbangan dari Bandara Jambi harus mengalihkan pendaratan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dalam beberapa hari terakhir.

Pgs General Manager Bandara SMB II Palembang Tubagus Gemal Syahrir mengatakan, pihaknya menerima pesawat yang mengalihkan penerbangan atau diversion dari Jambi karena jarak pandang di bandara tujuan tidak memenuhi standar keselamatan.

“Beberapa hari terakhir kami menerima diversion dari Bandara Jambi yang terdampak kabut asap dan kami melayaninya sesuai dengan prosedur keselamatan,” ujar Tubagus, Selasa (1/9/2026).

Palembang Jadi Bandara Alternatif

Bandara SMB II Palembang memiliki peran sebagai salah satu bandara alternatif bagi penerbangan di kawasan Sumatera. Pesawat dapat mengalihkan pendaratan ke bandara tersebut ketika kondisi cuaca di bandara tujuan tidak memungkinkan.

Tubagus menjelaskan, petugas memantau jarak pandang atau visibility sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas. Jika jarak pandang berada di bawah batas minimum, maskapai harus menyesuaikan operasional demi keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Riau Dipuji Menhut Tangani Karhutla, TNI-Polri Kompak dan Pemulihan Jalan

“Dengan status sebagai bandara alternatif, SMB II Palembang menjadi salah satu penyangga konektivitas udara di kawasan Sumatera ketika kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan,” katanya.

Dua Penerbangan di Palembang Sempat Delay

Kabut asap juga berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara SMB II Palembang. Sepanjang Agustus 2026, dua penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang tidak memenuhi batas minimum.

Gangguan pertama terjadi pada 23 Agustus 2026. Penerbangan Garuda Indonesia dengan rute Palembang-Cengkareng mengalami delay ketika visibility hanya sekitar 500 meter. Padahal, standar minimum yang berlaku mencapai 700 meter.

Kemudian pada 29 Agustus 2026, penerbangan Citilink rute Cengkareng-Palembang juga mengalami keterlambatan. Saat itu, kondisi visibility turut memengaruhi jadwal penerbangan.

“Pada tanggal 23 Agustus 2026, Garuda tujuan Palembang-CGK itu delay karena visibility-nya hanya 500 meter, sedangkan kita minimal 700. Kemudian pada tanggal 29 Agustus 2026, Citilink dengan tujuan CGK-Palembang itu delay juga,” jelas Tubagus.

Baca Juga :  5 Warga SAD Serahkan Diri dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun

Meski begitu, kondisi tersebut belum menyebabkan pembatalan penerbangan di Bandara SMB II Palembang.

“Untuk penurunan penumpangnya masih normal. Cuma kemarin hanya delay saja. Jadi tidak ada yang cancel,” ujarnya.

Keselamatan Penerbangan Tetap Jadi Prioritas

Pengelola Bandara SMB II memastikan pihaknya tidak akan memaksakan penerbangan ketika kondisi jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan.

Apalagi, Sumatera Selatan masih menghadapi ancaman karhutla di tengah puncak musim kemarau. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga telah menyampaikan status siaga karhutla kepada pengelola Bandara SMB II.

Karena itu, petugas terus memantau kondisi udara dan jarak pandang. Setiap keputusan operasional akan menyesuaikan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara,” kata Tubagus. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla
Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar
Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar
Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia
Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut
Cara Daftar Beasiswa LPDP Co-Funding 2026, Kuliah S2 di China, AS, dan Inggris
Pemerintah Libatkan Banyak Kementerian Awasi PT DSI
Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:09 WIB

Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru