Palembang, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang. Kondisi tersebut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan sorotannya saat menghadiri Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (28/8/2026).
Menurut KDM, Palembang memiliki banyak potensi. Kota ini memiliki sejarah panjang, budaya yang kuat, hingga kuliner yang menarik.
“Palembang, kota yang indah. Kemudian punya sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kuat, musiknya itu sangat membuat kita takjub, ikan patinnya enak,” ujar KDM.
Namun, ia menilai kabut asap menjadi persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. KDM berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan karhutla agar kondisi lingkungan tidak semakin memburuk.
“Jadi, tinggal kabut asapnya yang dibenahi,” katanya.
1.142 Hotspot Terdeteksi di Sumsel
Di tengah sorotan tersebut, karhutla di Sumatera Selatan masih menunjukkan kondisi serius.
Data Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 1.142 titik panas atau hotspot di Sumsel hingga Jumat (28/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan pemerintah terus memantau tingginya jumlah hotspot tersebut. Pasalnya, sejumlah daerah masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
“Tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sumsel masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan,” kata Sudirman.
Sepanjang 2026 hingga 27 Agustus, jumlah hotspot di Sumsel telah mencapai 18.402 titik.
Selain titik panas, petugas juga masih menemukan kebakaran nyata di sejumlah wilayah. BPBD Sumsel mencatat 44 kejadian karhutla pada 27 Agustus 2026.
Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Kondisi kabut asap juga mulai memengaruhi aktivitas masyarakat di Palembang. Pemerintah bahkan mengambil langkah penyesuaian jam masuk sekolah akibat kualitas udara yang memburuk.
Meski begitu, KDM mengatakan kabut asap tidak mengganggu penerbangannya ketika tiba di Palembang.
“Tidak, penerbangannya tidak terganggu,” ujarnya.
KDM berharap penanganan karhutla terus berjalan agar kabut asap segera berkurang. Menurutnya, Palembang memiliki banyak potensi yang dapat berkembang jika persoalan lingkungan tersebut segera teratasi. (yp*)









