TNI AU Siapkan Helikopter Colibri untuk Evakuasi Pasien, Ini Rencana Ambulans Udara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Angkatan Udara (AU) tengah menyiapkan helikopter EC-120B Colibri untuk mendukung layanan ambulans udara dan evakuasi medis.(DOK. Dispenau )

TNI Angkatan Udara (AU) tengah menyiapkan helikopter EC-120B Colibri untuk mendukung layanan ambulans udara dan evakuasi medis.(DOK. Dispenau )

Jakarta, APGtimes.com — TNI Angkatan Udara (AU) menyiapkan helikopter EC-120B Colibri untuk mendukung layanan ambulans udara dan evakuasi medis.

Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat, terutama warga di daerah terpencil yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan melalui jalur darat.

Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) menjelaskan bahwa pengembangan ambulans udara menjadi bagian dari misi kemanusiaan TNI AU. Melalui layanan ini, petugas dapat menjangkau pasien lebih cepat ketika akses jalan darat mengalami hambatan.

Wamenkes Tinjau Kesiapan Helikopter Colibri

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau kesiapan helikopter EC-120B Colibri saat mengunjungi Skadron Udara 7 pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Helikopter tersebut berada di Skadron Udara 7 Wing Udara 2.2 Grup 2 Heli dan Skadron Pendidikan 105 Wing Pendidikan 100/Terbang. Keberadaan armada ini mendukung pengembangan kemampuan penerbangan untuk kebutuhan medis dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri di DPR

Selain itu, jalur udara dapat menjadi alternatif ketika kendaraan darat kesulitan mencapai lokasi pasien. Dengan demikian, petugas memiliki pilihan untuk mempercepat evakuasi dan mendukung penyelamatan jiwa.

Prabowo Dorong Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan rencana pemerintah menghadirkan ambulans udara bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Dalam pidato pada Sidang Paripurna DPR RI mengenai RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, Prabowo menjelaskan rencana penggunaan helikopter dan pesawat kecil.

Pemerintah ingin mengoperasikan pesawat yang mampu mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, hingga tepi sungai. Karena itu, petugas dapat menjangkau pasien tanpa bergantung pada landasan terbang khusus.

Tak hanya ambulans udara, Prabowo juga merencanakan pembentukan tim dokter terbang. Nantinya, tim ini dapat mendatangi warga yang membutuhkan penanganan medis serius, termasuk masyarakat di daerah terpencil dan kawasan terdampak bencana.

Baca Juga :  Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Jemaah Cukup Lunasi Rp23,2 Juta

Ambulans Udara Perluas Akses Pelayanan Kesehatan

Prabowo menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan medis dasar. Oleh sebab itu, pemerintah ingin mendekatkan layanan kesehatan ke tempat tinggal warga.

Ambulans udara dapat membantu mengatasi hambatan geografis sekaligus mempercepat evakuasi pasien. Di samping itu, layanan ini dapat mendukung tenaga medis dalam menjangkau warga yang tinggal jauh dari rumah sakit.

Agar program berjalan efektif, pemerintah perlu menyiapkan armada, tenaga medis, serta koordinasi antarlembaga. Dengan persiapan yang matang, ambulans udara dapat melengkapi layanan kesehatan darat dan memperluas jangkauan pertolongan medis bagi masyarakat di daerah terpencil. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik

Berita Terbaru

Ilustrasi Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia.(Anton Zubchevskyi / iStock Editorial via Getty Images)

Ekonomi & Bisnis

Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:09 WIB