Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota parlemen Arab-Israel Ahmad Tibi (tengah) berinteraksi dengan para pendukung dalam pertemuan partai Joint List yang dipimpin oleh kelompok Arab, sebagai bagian dari kampanye menjelang pemilihan legislatif Israel, di Ara, Israel utara, pada 23 Oktober 2026. Israel menggelar pemungutan suara pada 27 Oktober 2026.(AHMAD GHARABLI)

Anggota parlemen Arab-Israel Ahmad Tibi (tengah) berinteraksi dengan para pendukung dalam pertemuan partai Joint List yang dipimpin oleh kelompok Arab, sebagai bagian dari kampanye menjelang pemilihan legislatif Israel, di Ara, Israel utara, pada 23 Oktober 2026. Israel menggelar pemungutan suara pada 27 Oktober 2026.(AHMAD GHARABLI)

Yerusalem, APGtimes.com — Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir meminta badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, menangkap para pemimpin partai Arab Israel. Desakan itu muncul setelah partai-partai Arab meraih peningkatan suara dalam pemilihan umum pada Selasa (27/10/2026).

Ben Gvir menduga para pemimpin partai tersebut menerima pendanaan dari Qatar. Ia menyampaikan tuntutan itu pada Kamis (29/10/2026), saat Israel masih menghadapi ketidakpastian dalam pembentukan pemerintahan baru.

Melalui akun media sosial X, Ben Gvir meminta Shin Bet segera menangkap para pemimpin partai yang ia kaitkan dengan dugaan aliran dana dari Qatar.

“Shin Bet harus memerintahkan, sejak pagi ini juga, penangkapan para pemimpin partai Arab yang diduga terlibat dengan uang Qatar,” tulis Ben Gvir.

Namun, tuduhan tersebut belum memiliki bukti yang memastikan partai-partai Arab menerima pendanaan dari Qatar. Hingga laporan AFP terbit, belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan para pemimpin partai dalam dugaan pendanaan asing tersebut.

Baca Juga :  Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Teknologi Pangan Dunia di Chicago, Inovasinya Jadi Sorotan

Ben Gvir Kaitkan Partai Arab dengan Pendanaan Qatar

Pernyataan Ben Gvir muncul setelah sejumlah menteri Israel menuding partai-partai Arab menerima dana dari Qatar. Negara Teluk itu memang memiliki hubungan komunikasi dengan Hamas dan terlibat dalam berbagai upaya diplomatik terkait konflik Gaza.

Meski demikian, hubungan Qatar dengan Hamas tidak membuktikan bahwa negara tersebut mendanai partai-partai Arab Israel. Dugaan pendanaan politik itu masih membutuhkan bukti yang dapat diverifikasi.

Ben Gvir menjadikan tuduhan tersebut sebagai alasan untuk meminta Shin Bet mengambil tindakan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang dipaparkan kepada publik untuk menguatkan tuduhan terhadap para pemimpin partai Arab.

Netanyahu dan Likud Soroti Dugaan Kecurangan Pemilu

Ketegangan antara koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partai-partai Arab juga meningkat setelah pemilu. Sebelumnya, Netanyahu bersama Partai Likud menuduh partai-partai Arab melakukan pelanggaran dalam proses pemungutan suara.

Baca Juga :  AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Likud bahkan meminta kepolisian dan Shin Bet menyelidiki dugaan kecurangan tersebut. Langkah itu berlangsung setelah partai-partai Arab mencatat peningkatan perolehan suara.

Namun, tuduhan kecurangan pemilu itu belum terbukti secara independen. Belum ada pembuktian yang memastikan partai-partai Arab melakukan pelanggaran dalam pemungutan suara.

Pembentukan Pemerintahan Baru Israel Masih Tidak Pasti

Peningkatan suara partai-partai Arab menambah dinamika politik Israel setelah pemilu 27 Oktober 2026. Sementara itu, proses pembentukan pemerintahan baru masih menghadapi ketidakpastian.

Dalam situasi tersebut, seruan penangkapan dari Ben Gvir menambah ketegangan politik antara koalisi Netanyahu dan partai-partai Arab.

Meski begitu, dugaan pendanaan dari Qatar maupun tuduhan kecurangan pemilu belum terbukti secara independen. Karena itu, setiap tindakan hukum terhadap pihak yang dituduh perlu mengacu pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur
Francesca Albanese Minta Indonesia Evaluasi Keanggotaan Board of Peace Bentukan Trump
Arab Saudi Pilih Singapura untuk Simpan Minyak, Kapasitas Fasilitas Capai 9 Juta Barrel
Trump Kembali Bidik James Comey, Kasus Dugaan Bocor Rahasia Negara Dibuka Lagi
Kabut Asap Mulai Mereda, Kualitas Udara Singapura Membaik tetapi Sarawak Masih Terdampak
Oposisi Singapura Soroti Pemangkasan Ekspor Gas Indonesia di Tengah Isu Kabut Asap
AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Francesca Albanese Minta Indonesia Evaluasi Keanggotaan Board of Peace Bentukan Trump

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Arab Saudi Pilih Singapura untuk Simpan Minyak, Kapasitas Fasilitas Capai 9 Juta Barrel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Trump Kembali Bidik James Comey, Kasus Dugaan Bocor Rahasia Negara Dibuka Lagi

Berita Terbaru