Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Selatan Mirwan meninjau wilayah terdampak banjir di Trumon Tengah, Jumat (30/10/2026).(ANTARA/Risky Hardian Saputra)

Bupati Aceh Selatan Mirwan meninjau wilayah terdampak banjir di Trumon Tengah, Jumat (30/10/2026).(ANTARA/Risky Hardian Saputra)

Aceh Selatan, APGtimes.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari setelah genangan merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah. Kebijakan ini bertujuan mempercepat penanganan sekaligus mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengambil keputusan tersebut setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan mempelajari laporan kondisi banjir.

“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” ujar Mirwan, Sabtu (31/10/2026).

Pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan karena wilayah tersebut masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Mirwan juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan satuan tugas penanggulangan bencana meningkatkan kewaspadaan.

“Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” katanya.

Sebanyak 112 Warga Mengungsi akibat Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mencatat 112 warga mengungsi akibat banjir di Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Trumon Tengah.

Air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian sekitar 30 hingga 60 sentimeter. Sebagian warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Blackout Sumatera Picu Kekhawatiran, DPRD Jambi Minta PLN Siaga Penuh

Mereka mengungsi ke Kompi Brimob serta rumah kerabat. Warga memilih menjauh dari lokasi banjir karena khawatir air kembali naik ketika hujan deras memicu luapan sungai.

Di tengah kondisi darurat, Mirwan mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan.

“Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini,” imbuhnya.

Pemkab Salurkan Bantuan dan Siapkan Dapur Umum

Pemkab Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak. Mirwan menyerahkan bantuan tersebut di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

Bantuan mencakup beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap, saus, biskuit, dan makanan siap saji. Pemerintah juga menyediakan perlengkapan keluarga, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, serta mukena.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah,” ujar Mirwan.

Baca Juga :  Romi Arizyanto Kembali ke Jambi, Resmi Jadi Kajari Jambi dengan Segudang Pengalaman

Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian. Fasilitas tersebut membantu memenuhi kebutuhan makanan warga selama mereka belum dapat kembali ke rumah.

“Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian,” katanya.

Tanggul Sungai Lae Soeraya Roboh

Keuchik Lhok Raya, Rasi Riadi, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah tanggul Sungai Lae Soeraya roboh. Kerusakan tanggul membuat air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Rasi menyebut tanggul yang rusak memiliki panjang sekitar 210 meter. Ia berharap Pemkab Aceh Selatan segera membangun kembali bagian tanggul tersebut agar warga tidak terus menghadapi ancaman banjir.

“Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan permukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya,” kata Rasi.

Pemerintah daerah kini menghadapi dua kebutuhan utama, yakni membantu warga selama masa pengungsian dan menangani kerusakan infrastruktur sungai. Warga juga perlu mengikuti perkembangan kondisi cuaca serta arahan petugas untuk mengantisipasi banjir susulan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Berita Terbaru