Jakarta, APGtimes.com — Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto meminta seluruh anggota Polri menjaga sikap dan perilaku ketika bertugas maupun berinteraksi dengan masyarakat. Ia menegaskan, setiap personel membawa nama institusi melalui perkataan dan tindakannya.
Karena itu, perilaku anggota turut membentuk citra Polri di mata publik. Setiap personel perlu menunjukkan sikap yang mencerminkan semangat pelayanan kepada masyarakat.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan arahan tersebut di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Ia menjelaskan bahwa Kapolri memberikan enam penekanan kepada seluruh anggota.
Salah satu penekanan utama menyangkut peran setiap personel dalam menyampaikan informasi dan menjaga citra institusi.
“Memang ada enam penekanan dari Bapak Kapolri. Dari enam, satu yang menjadi karakter utama ya, yaitu setiap personel Polri adalah pengemban fungsi Humas, Humas Polri juga,” kata Isir.
Anggota Polri Harus Selaras dengan Tagline Institusi
Isir menjelaskan, seluruh personel perlu menerapkan semangat tagline Polisi Bersama Masyarakat. Semangat tersebut harus tercermin dalam pola pikir, sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan setiap anggota.
“Dengan harapan seiring dengan tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’, dalam setiap pikiran, sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan setidak-tidaknya kemudian selaras,” ujarnya.
Menurut Isir, masyarakat menilai institusi Polri melalui interaksi langsung dengan para anggotanya. Oleh sebab itu, setiap personel harus menjaga sikap saat memberikan pelayanan dan menjalankan tugas kepolisian.
Selain itu, anggota perlu memastikan tugas kepolisian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, publik dapat merasakan kehadiran Polri dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolri Minta Polri Mendengarkan Kritik Publik
Suyudi juga meminta seluruh jajaran Polri membuka diri terhadap masukan, informasi, dan kritik masyarakat. Ia ingin setiap anggota menjadikan berbagai tanggapan publik sebagai bahan evaluasi.
Isir menyebut Polri sebagai organisasi besar yang perlu terus membangun hubungan dengan masyarakat. Keterbukaan terhadap kritik juga dapat membantu institusi meningkatkan kualitas pelayanan.
“Tadi diingatkan juga bahwa Polri organisasi yang besar, terkait dengan tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ selalu terbuka,” kata Isir.
Ia menegaskan, Polri perlu mendengarkan setiap masukan agar dapat terus memperbaiki kinerja. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Terbuka untuk mendengar berbagai masukan, berbagai informasi, kritikan untuk menjadi lebih baik, lebih baik, lebih baik. Sehingga tadi lagi, kehadirannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuh dia. (de*)









