Pengguna AI Tembus 3,24 Miliar Orang, Indonesia Masuk Negara dengan Pandangan Positif terhadap Teknologi AI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi model AI buatan OpenAI (ChatGPT), Google (Gemini), dan Anthropic (Claude). (Dimulai melalui scalevise.com)

Ilustrasi model AI buatan OpenAI (ChatGPT), Google (Gemini), dan Anthropic (Claude). (Dimulai melalui scalevise.com)

Jakarta, APGtimes.com — Pengguna kecerdasan buatan generatif atau generative AI (GenAI) di seluruh dunia kini mencapai sekitar 3,24 miliar orang. Jumlah tersebut setara dengan 38,9 persen populasi global.

Artinya, lebih dari satu dari tiga penduduk dunia memakai layanan GenAI setiap bulan. We Are Social dan Meltwater mencatat angka tersebut dalam laporan Digital 2027 Global Overview Report.

Sepanjang Oktober 2025 hingga Oktober 2026, pengguna GenAI bertambah sekitar 1,2 miliar orang. Pertumbuhan itu mencapai 57,2 persen dalam setahun.

Sebagai perbandingan, jumlah pengguna internet dunia pada awal Oktober 2026 mencapai 6,15 miliar orang. Angka tersebut setara dengan 73,9 persen populasi global.

Pengguna AI di China Tembus 700 Juta

China juga mencatat pertumbuhan besar dalam penggunaan GenAI. Pusat Informasi Jaringan Internet China (CNNIC) mencatat tambahan sedikitnya 150 juta pengguna selama 12 bulan.

Dengan penambahan tersebut, jumlah pengguna GenAI di China kini melampaui 700 juta orang.

Lembaga analisis Manochi menyusun perkiraan 3,24 miliar pengguna dalam laporan Digital 2027. Mereka menghitung penggunaan sejumlah platform model bahasa besar atau large language model (LLM), termasuk ChatGPT dan Gemini.

Chief Analyst DataReportal, Simon Kemp, menjelaskan hasil riset tersebut.

“Riset kami menunjukkan 3,24 miliar orang menggunakan setidaknya satu LLM teratas setiap bulan,” kata Simon Kemp.

Namun, perhitungan itu berpotensi menghitung orang yang sama lebih dari sekali. Sebab, satu orang bisa menggunakan beberapa platform atau akun. Karena itu, angka tersebut lebih tepat menggambarkan jumlah akun pengguna.

Baca Juga :  Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Hampir Separuh Pengguna Internet Indonesia Menilai AI Positif

Laporan Digital 2027 juga mengungkap pandangan pengguna internet Indonesia terhadap teknologi AI.

Sebanyak 47,2 persen pengguna internet Indonesia menilai AI membawa manfaat bagi masyarakat.

Angka tersebut melampaui persentase di Amerika Serikat dan Eropa. Di kedua kawasan itu, kurang dari seperempat pengguna internet dewasa memiliki pandangan serupa.

ChatGPT Masih Memimpin Persaingan AI

ChatGPT masih memimpin persaingan layanan GenAI. Jumlah pengguna aktif bulanannya mencapai dua kali lipat dibandingkan platform pesaing mana pun.

Survei lembaga riset GWI pada kuartal II-2026 mencatat lebih dari 1,1 miliar pengguna internet berusia 16 tahun ke atas memakai ChatGPT setiap bulan.

GWI melibatkan lebih dari 235.000 responden dari 53 negara dan wilayah dalam survei tersebut.

OpenAI menyebut ChatGPT memperoleh tambahan sekitar setengah miliar pengguna mingguan dalam setahun. Manochi memperkirakan pertumbuhan itu setara dengan sekitar 700 juta pengguna bulanan.

Sementara itu, aplikasi Gemini mencatat pertumbuhan lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Agustus 2026, jumlah pengguna aktif Gemini bahkan mencapai lebih dari 23 kali lipat dibandingkan Agustus 2024. Perhitungan tersebut belum memasukkan pengguna Gemini yang mengakses layanan melalui sistem operasi Android.

Di versi web, jumlah pengguna Gemini sudah mencapai lebih dari 60 persen basis pengguna ChatGPT.

Claude, layanan AI milik Anthropic, juga mencatat pertumbuhan pesat. Pengguna aktif aplikasinya pada Agustus 2026 mencapai 17 kali lipat dibandingkan Agustus 2025.

Baca Juga :  SMS Maut Ancam HP Android, 20 Pesan Bisa Picu Bootloop Tanpa Diklik

Jika dibandingkan dengan Agustus 2024, jumlah pengguna aktif Claude bahkan meningkat hampir 80 kali lipat.

Mencari Informasi Jadi Alasan Utama Menggunakan AI

Survei GWI mengungkap alasan utama masyarakat menggunakan layanan AI. Sebanyak 60,4 persen pengguna aktif memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari informasi.

Selanjutnya, 40,6 persen responden menggunakan AI untuk meminta saran dalam menghadapi masalah. Sebanyak 38,4 persen lainnya memanfaatkannya untuk belajar atau meningkatkan keterampilan.

Selain itu, lebih dari seperempat responden memakai AI untuk mencari hiburan.

Perkembangan teknologi tersebut turut mengubah kebiasaan masyarakat saat menjelajahi internet.

Laporan Digital 2027 mencatat trafik bulanan pada 10.000 situs web teratas turun lebih dari 10 persen sejak ChatGPT hadir untuk publik pada November 2022.

Total waktu kunjungan ke situs-situs tersebut juga berkurang 11,2 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Global Chief Strategy and Growth Officer We Are Social, Mobbie Nazir, menilai perubahan itu menunjukkan pergeseran perilaku pengguna internet.

“Data dalam Digital 2027 membuktikan bahwa kita sedang mengalami pergeseran mendasar dalam cara orang berperilaku online,” kata Mobbie Nazir.

Meski begitu, mesin pencari masih unggul daripada AI untuk pencarian informasi tentang merek.

Survei GWI mencatat 45,3 persen responden memilih mesin pencari. Sementara itu, hanya 26 persen yang menggunakan AI untuk kebutuhan tersebut.

Simon Kemp menilai masyarakat belum sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada teknologi kecerdasan buatan.

“Kebanyakan orang belum sampai pada tahap mendelegasikan pengambilan keputusan kepada AI,” kata Kemp. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Windows 11 Makin Ngebut di Laptop RAM 8 GB, Microsoft Klaim Multitasking 40 Persen Lebih Cepat
Honor Siapkan HP Baterai 15.000 mAh, Diklaim Bisa Bertahan hingga 7 Hari
Google Uji Satelit AI Suncatcher di Orbit, Gemma 4 Berhasil Menulis Puisi dari Luar Angkasa
Canva Rombak Organisasi, 1.271 Karyawan Terdampak PHK dan Relokasi
Nubia A77 5G Resmi Hadir di Indonesia, Rp3,5 Juta Dapat Internet 5G Dua Tahun
Meta Rilis Style Sketch, Aplikasi AI yang Bisa Pilihkan Outfit dari Lemari Digital
Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta
SMS Maut Ancam HP Android, 20 Pesan Bisa Picu Bootloop Tanpa Diklik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:09 WIB

Pengguna AI Tembus 3,24 Miliar Orang, Indonesia Masuk Negara dengan Pandangan Positif terhadap Teknologi AI

Sabtu, 7 November 2026 - 13:09 WIB

Windows 11 Makin Ngebut di Laptop RAM 8 GB, Microsoft Klaim Multitasking 40 Persen Lebih Cepat

Kamis, 5 November 2026 - 21:09 WIB

Honor Siapkan HP Baterai 15.000 mAh, Diklaim Bisa Bertahan hingga 7 Hari

Kamis, 5 November 2026 - 18:09 WIB

Google Uji Satelit AI Suncatcher di Orbit, Gemma 4 Berhasil Menulis Puisi dari Luar Angkasa

Kamis, 5 November 2026 - 14:09 WIB

Canva Rombak Organisasi, 1.271 Karyawan Terdampak PHK dan Relokasi

Berita Terbaru