Bahlil mengatakan, pemerintah siap mempertimbangkan pasokan dari negara mana pun. Namun, pemerintah akan mengutamakan harga yang kompetitif, biaya pengadaan yang efisien, serta proses transaksi yang sesuai aturan.
“Intinya begini, bagi kita adalah dari mana pun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara,” ujar Bahlil di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Saudi Aramco Pangkas Harga Minyak Arab Light
Saudi Aramco menurunkan harga jual minyak mentah jenis Arab Light untuk pembeli di Asia. Perusahaan itu menetapkan harga minyak untuk pengiriman November 2026 sebesar 5 dolar AS per barel di bawah patokan Dubai/Oman.
Mengutip Reuters, diskon tersebut bertambah 3 dolar AS per barel dibandingkan bulan sebelumnya. Harga itu juga menjadi yang terendah sejak Juni 2020.
Saudi Aramco menerapkan kebijakan berbeda di kawasan lain. Perusahaan tersebut menaikkan harga minyak mentah untuk pasar Eropa sebesar 3 dolar AS per barel pada November dibandingkan Oktober 2026.
Sementara itu, perusahaan mempertahankan harga jual untuk pembeli di Amerika Serikat.
Perbedaan harga ini membuka peluang bagi negara-negara Asia untuk mengevaluasi pembelian minyak dari Arab Saudi. Indonesia juga dapat mempertimbangkan penawaran tersebut dengan menghitung seluruh biaya pengadaan.
Biaya Sewa Kapal Tanker Melonjak
Selain harga minyak, pemerintah perlu memperhitungkan ongkos pengiriman. Kenaikan tarif kapal tanker dapat mengurangi keuntungan dari diskon harga minyak mentah.
Data LSEG menunjukkan, biaya sewa kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel mencapai 1,2 juta dolar AS per hari pada Jumat.
Biaya tersebut jauh melampaui periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu, penyewa hanya membayar sekitar 80.000 dolar AS per hari untuk kapal dengan kapasitas serupa.
Lonjakan tarif itu membuat perhitungan biaya transportasi semakin penting. Pemerintah perlu membandingkan harga minyak dan ongkos pengiriman sebelum menentukan pemasok.
Konflik Timur Tengah Memengaruhi Pasokan
Diskon Saudi Aramco muncul di tengah tekanan terhadap distribusi minyak global. Reuters melaporkan, perusahaan tersebut mempertimbangkan diskon untuk minyak yang dimuat dari Oman guna mengimbangi kenaikan biaya pengangkutan.
Strategi itu juga bertujuan menjaga pangsa pasar setelah perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mengganggu ekspor minyak.
Situasi tersebut mendorong pembeli untuk mempertimbangkan kembali sumber pasokan dan biaya impor. Bagi Indonesia, penawaran Arab Saudi menjadi salah satu opsi yang dapat dikaji untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah.
Meski demikian, Bahlil belum mengumumkan keputusan pembelian dari Saudi Aramco. Pemerintah akan mengutamakan efisiensi dan manfaat ekonomi bagi Indonesia sebelum menentukan sumber pasokan. (aw*)









