Banjir dan Longsor Terjang Pesisir Selatan, Ribuan Data Terdampak dan Jalan Nasional Tergenang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan sejak Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026) memicu bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah kecamatan. (Rahmat Panji (Kompas.com))

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan sejak Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026) memicu bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah kecamatan. (Rahmat Panji (Kompas.com))

Pesisir Selatan, APGtimes.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026) menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan mencatat data sementara sebanyak 4.240 unit terdampak di sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan hingga Minggu (11/10/2026) dini hari. Bencana serupa juga melanda Kecamatan IV Jurai, Koto XI Tarusan, dan Batang Kapas.

Pemerintah Daerah Kerahkan Tim Gabungan

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim meninjau langsung penanganan darurat dan evakuasi warga. Pemerintah daerah mengerahkan tim gabungan untuk menyalurkan bantuan logistik, mendata kerusakan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Hendrajoni menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Tim di lapangan terus menjalankan evakuasi dan penyaluran bantuan agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pesisir Selatan, Wendi, menjelaskan bahwa petugas masih melakukan penanganan darurat sekaligus memperbarui data dampak banjir. Pendataan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.

Kampung Tengah Menjadi Nagari dengan Dampak Terbesar

BPBD mencatat sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terdampak banjir. Nagari Kampung Tengah menempati urutan tertinggi dengan 2.390 unit data terdampak.

Berikut rincian data sementara dari masing-masing nagari:

  • Kampung Tengah: 2.390 unit

  • Binjai: 647 unit

  • Limau Purut Tapan: 522 unit

  • Sako: 243 unit

  • Talang Balarik: 200 unit

  • Kubu Tapan: 100 unit

  • Tebing Tinggi: 60 unit

  • Simpang Gunung Tapan: 50 unit

  • Sungai Pinang: 28 unit

Sementara itu, Nagari Talang Koto Pulai belum mencatat dampak dalam pendataan sementara. BPBD masih melakukan pendataan untuk memperoleh gambaran kondisi di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana

Banjir Genangi Jalan Nasional Tapan–Bengkulu

Genangan air juga menghambat perjalanan di jalan nasional Tapan–Bengkulu, khususnya di kawasan Alang Ramba, Tapan. Air setinggi sekitar satu meter menggenangi ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dan memicu kemacetan sejak Sabtu sore.

Dalam laporan pada Minggu sekitar pukul 01.30 WIB, BPBD menyebutkan air masih menutupi badan jalan. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju karena genangan menghambat pergerakan lalu lintas.

Petugas menerapkan sistem buka-tutup untuk mengatur kendaraan dari kedua arah. Pengaturan tersebut memungkinkan kendaraan melintas secara bergantian, meskipun arus lalu lintas masih bergerak perlahan.

Pengguna jalan diminta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas. Pengendara sebaiknya mempertimbangkan kembali perjalanan jika kondisi jalan belum aman untuk dilalui.

BPBD Siapkan Sembako dan Tenda Pengungsian

Untuk mendukung kebutuhan warga, BPBD menyiapkan 80 paket sembako dari gudang logistik. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga menuju Tapan dengan membawa lima unit tenda keluarga dan paket bantuan pangan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung masyarakat selama penanganan darurat berlangsung. Petugas menyalurkan logistik dengan mempertimbangkan hasil pendataan serta kebutuhan warga di lokasi bencana.

Selain itu, petugas kesehatan melaporkan 74 rumah terdampak di Nagari Limau Purut dan Talang Balarik. Sebanyak 63 orang menempati pos pengungsian, dengan rincian 31 orang dari Limau Purut dan 32 orang dari Talang Balarik.

Baca Juga :  Resmi! Lima Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031 Telah Ditetapkan

Petugas kesehatan tetap bersiaga melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) Limau Purut dan Pustu Talang Balarik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Longsor Hambat Akses Jalan di Kawasan Mandeh

Hujan deras juga memicu tanah longsor di sejumlah titik di Pesisir Selatan. Salah satu lokasi berada di ruas jalan provinsi Nagari Setara Nanggalo, kawasan wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Material longsor menutupi badan jalan sehingga kendaraan roda empat sempat tidak bisa melewati jalur tersebut. Pada laporan awal, pengendara hanya dapat melintas menggunakan kendaraan roda dua.

Sekretaris Daerah Pesisir Selatan Zainal Arifin meminta dinas teknis berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak balai jalan untuk mempercepat pembersihan material. Pihak balai telah menyiapkan alat berat, tetapi banjir dan kondisi jalan menghambat akses menuju lokasi longsor.

Longsor turut terjadi di Bukit Putus, Kecamatan IV Jurai, Nagari Koto Nan Duo di Kecamatan Batang Kapas, serta Nagari Sungai Gambir di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

Warga Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

Pemerintah daerah bersama BPBD dan tim gabungan terus menangani dampak banjir dan longsor. Petugas berfokus pada evakuasi warga, distribusi bantuan, pendataan kerusakan, serta pemantauan jalur transportasi yang terdampak.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama cuaca buruk berpotensi berlanjut. Warga juga perlu mengikuti informasi resmi dari petugas dan segera menjauh dari kawasan rawan apabila kondisi membahayakan keselamatan. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Nelayan Padang Takut Melaut akibat Kabut Asap, Kompas HP Jadi Penunjuk Arah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB