Padang, APGtimes.com – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan status siaga banjir setelah hujan sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 12.20 WIB, Sabtu (10/10/2026). Hujan deras meningkatkan debit sejumlah sungai hingga meluap dan merendam permukiman warga.
Sejumlah warga menyelamatkan diri ke lantai atas dan loteng rumah untuk menghindari genangan. Air juga menerjang pagar rumah hingga jebol. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan luapan air di kawasan Kuranji dan Nanggalo berdasarkan laporan yang diterima petugas.
BPBD Padang Kerahkan Petugas untuk Evakuasi
BPBD Kota Padang mengerahkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk membantu evakuasi warga. Petugas juga memantau ketinggian air guna mengantisipasi dampak banjir yang lebih luas.
Selain itu, BPBD terus mengumpulkan informasi dari lapangan dan meminta warga segera mencari tempat aman jika air terus meningkat.
Banjir Kembali Melanda Kawasan Kuranji
Kecamatan Kuranji menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir kali ini. Kawasan tersebut pernah mengalami banjir bandang pada November 2025.
Di Lapau Munggu, banjir bandang kali ini menjadi kejadian keempat sejak November 2025. Informasi awal menyebutkan tanggul sungai kembali jebol sehingga air meluap ke permukiman. Petugas masih mendata dampak kejadian tersebut.
Sementara itu, debit Sungai Guo Kuranji meningkat dan warna air berubah menjadi keruh. Genangan di kawasan Batu Busuk mencapai sekitar 60 sentimeter.
Perumahan Lumin Park Ikut Terendam
Banjir juga menggenangi Perumahan Lumin Park hingga menghambat akses kendaraan. Warga mengalami kesulitan keluar-masuk kawasan karena genangan menutup jalan.
Kondisi ini mendorong petugas meningkatkan pemantauan, terutama di sekitar aliran sungai dan permukiman yang rawan banjir.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
BMKG Sumatera Barat memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) mencatat kenaikan debit air di sejumlah sungai Kota Padang. Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD menyebarkan peringatan dini kepada masyarakat.
Petugas meminta warga menjauhi sungai, menghindari arus deras, serta tidak menerobos jalan yang tergenang banjir.
Warga Diminta Segera Mengungsi Jika Air Naik
BPBD mengimbau warga di kawasan rawan banjir untuk memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air. Masyarakat juga perlu menyiapkan kebutuhan darurat agar dapat segera mengungsi ketika situasi memburuk.
Jika air mulai memasuki rumah atau arus semakin deras, warga harus segera menuju tempat yang lebih aman. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Petugas BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan membantu warga di wilayah terdampak. Pemerintah meminta masyarakat mengikuti informasi resmi serta segera mengambil langkah penyelamatan jika situasi membahayakan. (de*)









