Donasi Politik Elon Musk Tembus Rp 6,58 Triliun, Partai Republik Terima Dukungan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)

Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)

Jakarta, APGtimes.com – Elon Musk menggelontorkan sekitar 366 juta dollar AS atau setara Rp 6,58 triliun untuk mendukung kelompok politik Partai Republik Amerika Serikat (AS) selama siklus pemilu 2025–2026. Laporan The New York Times menyebut Musk sebagai donatur terbesar yang diketahui dalam pemilihan anggota Kongres AS tahun ini.

Musk menyalurkan lebih dari 276 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,96 triliun sejak Juli 2026. Dana tersebut mengalir saat Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas kursi di Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu November mendatang.

Kedua lembaga itu membentuk Kongres AS. Mereka bertugas menyusun undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan. Hasil pemilu nanti akan memengaruhi peta kekuatan politik di Washington.

Musk Salurkan Dana ke Sejumlah Kelompok Politik

Menurut data yang disampaikan perwakilan Musk kepada The New York Times dan dikonfirmasi kepada CNBC, Musk menyumbangkan 158 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,84 triliun kepada Senate Leadership Fund.

Kelompok tersebut merupakan komite aksi politik independen atau super political action committee (super PAC). Organisasi ini mendukung kandidat Partai Republik dalam pemilihan Senat.

Baca Juga :  Trump Ancam Produk Indonesia dengan Tarif Baru, Saham Tekstil Jadi Korban Pertama

Musk juga mengucurkan lebih dari 76 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,37 triliun kepada America PAC. Ia mendirikan kelompok tersebut menjelang pemilu 2024.

America PAC menjalankan berbagai kegiatan untuk mendorong partisipasi pemilih Partai Republik. Kelompok ini terutama menyasar wilayah dengan persaingan politik yang ketat.

Rincian Sumbangan Musk pada Juli–September 2026

The New York Times juga merinci sejumlah donasi Musk selama Juli hingga September 2026. Juru bicara America PAC, Andrew Romeo, mengonfirmasi rincian tersebut.

Berikut beberapa sumbangan yang tercatat:

  • 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 359,4 miliar kepada Congressional Leadership Fund. Super PAC ini mendukung kandidat Partai Republik untuk DPR AS.

  • 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 179,7 miliar kepada Lone Star Liberty PAC. Kelompok ini mendukung Ken Paxton, kandidat Partai Republik untuk Senat dari Texas.

  • 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 179,7 miliar kepada Republican Governors Association.

  • 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 35,94 miliar kepada Republican Attorneys General Association.

Selain itu, Musk mengalirkan dana ke sejumlah kelompok politik konservatif lainnya. Seluruh sumbangan tersebut membuat total kontribusinya selama siklus pemilu 2025–2026 mencapai sekitar 366 juta dollar AS.

Baca Juga :  Selat Hormuz Sempat Ditutup, Pemerintah Iran Langsung Bantah Ancaman IRGC

Sumbangan Melampaui Pemilu 2024

Jumlah tersebut melampaui dana sekitar 290 juta dollar AS atau setara Rp 5,21 triliun yang Musk keluarkan pada pemilu 2024. Kala itu, ia mendukung Donald Trump dan Partai Republik dalam upaya merebut kembali kekuasaan.

Musk merupakan CEO Tesla dan SpaceX. Ia juga menjadi salah satu penyumbang dana politik terbesar dalam persaingan pemilu AS.

Kelompok politik penerima dana menggunakan sumbangan itu untuk membiayai berbagai kegiatan kampanye. Mereka memasang iklan politik dan mengajak pemilih datang ke tempat pemungutan suara.

Besarnya dana yang Musk keluarkan menjadi sorotan menjelang pemilu paruh waktu November 2026. Hasil pemilihan tersebut akan menentukan komposisi kursi di Senat dan DPR AS, sekaligus memengaruhi kemampuan Partai Republik menjalankan agenda pemerintahan Presiden Donald Trump. (ts*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB