Jakarta, APGtimes.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam menjelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 29 Oktober 2026. Indeks melemah 3,23 persen atau 170,828 poin ke level 5.111,484.
Data perdagangan BEI menunjukkan IHSG membuka perdagangan di level 5.305,198. Indeks sempat menguat hingga mencapai posisi tertinggi 5.320,895. Namun, tekanan jual yang terus meningkat membuat IHSG merosot hingga menyentuh titik terendah 5.107,255.
Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah
Aktivitas perdagangan saham berlangsung ramai di tengah pelemahan indeks. Volume transaksi mencapai 19,03 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,607 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.107.458 kali. Sementara itu, tekanan jual mendominasi pergerakan saham di pasar.
Sebanyak 654 saham melemah, sedangkan 74 saham berhasil menguat. Adapun 64 saham lainnya bergerak stagnan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan tidak hanya menekan indeks utama, tetapi juga menjangkau sebagian besar saham yang diperdagangkan di bursa.
Seluruh Sektor Saham Melemah
Tekanan jual terjadi di seluruh sektor saham menjelang penutupan perdagangan. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam, yakni 4,60 persen.
Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan 4,26 persen. Sementara itu, sektor perindustrian turun 3,66 persen dan sektor energi terkoreksi 3,56 persen.
Sektor siklikal juga melemah 2,67 persen. Selanjutnya, sektor barang konsumen primer turun 2,11 persen, sedangkan sektor keuangan terkoreksi 2,09 persen.
Pelemahan turut menekan sektor properti sebesar 1,91 persen dan sektor kesehatan sebesar 1,86 persen. Di sisi lain, sektor teknologi turun 1,64 persen, sementara sektor transportasi mencatat penurunan 0,90 persen.
Tekanan Jual Membayangi Perdagangan
Penurunan IHSG sebesar 3,23 persen menunjukkan kuatnya tekanan jual pada perdagangan Kamis. Jumlah saham yang melemah jauh melampaui saham yang menguat, sementara seluruh sektor mencatat koreksi.
Meski demikian, data perdagangan tersebut belum menjelaskan secara langsung faktor utama yang mendorong pelemahan pasar.
Investor perlu mencermati perkembangan ekonomi, sentimen pasar, serta pergerakan saham berkapitalisasi besar untuk memahami arah IHSG selanjutnya.
Pergerakan indeks pada sesi berikutnya juga akan menjadi perhatian pelaku pasar setelah IHSG menutup perdagangan di dekat level terendah hari itu. (de*)









