Kapasitas 18 Rumah Sakit di Aceh Kewalahan, Pasien Anak Banyak Alami Demam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien dan keluarganya memenuhi ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Pasien dan keluarganya memenuhi ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Jumat (16/10/2026)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Lhoksukon, APGtimes.com – Sebanyak 18 rumah sakit anggota Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) di Aceh menghadapi lonjakan pasien selama dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh. Pasien umumnya datang dengan keluhan demam, pilek, batuk, dan sesak napas.

Sekretaris ARSSI Provinsi Aceh, Teuku Munawar Khalil, menyampaikan kondisi tersebut pada Jumat (16/10/2026). Ia mengatakan, lonjakan kunjungan membuat rumah sakit kesulitan menerima pasien baru.

“Bukan hanya ruang rawat inap yang penuh, tapi ruang IGD, UGD, juga penuh,” kata Teuku Munawar.

Menurut data ARSSI, banyak pasien anak datang dengan gejala demam dan nyeri sendi. Teuku juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan banyak pasien mengalami tifus atau demam tifoid.

Ia menduga kebiasaan mengonsumsi jajanan yang kurang sehat dan perubahan cuaca ikut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Saat ini, Aceh memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Rumah Sakit Kesulitan Menerima Pasien Baru

Kepadatan pasien membuat rumah sakit harus mencari fasilitas rujukan ketika tempat tidur sudah penuh. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena banyak rumah sakit lain juga mengalami kelebihan kapasitas.

Baca Juga :  Titik Panas Sumsel Naik Jadi 1.917, ISPU Palembang Tembus Kategori Berbahaya

Teuku mengatakan, petugas biasanya mencari rumah sakit yang masih memiliki tempat tidur kosong. Akan tetapi, keterbatasan ruang di berbagai daerah membuat proses rujukan semakin sulit.

Akibatnya, rumah sakit harus mengatur pelayanan IGD dan ruang rawat inap secara cermat. Petugas juga perlu memprioritaskan pasien berdasarkan tingkat kegawatan dan kebutuhan medis.

RSU Cut Meutia Tampung Pasien dari Rumah Sakit Swasta

Kepala Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara, Harry Laksamana, turut melaporkan lonjakan pasien. Ia mengatakan, keluhan demam, pilek, batuk, dan sesak napas mendominasi kunjungan ke rumah sakit tersebut.

Selain menangani keluhan tersebut, RSU Cut Meutia menerima pasien rujukan dengan penyakit lain, seperti stroke, diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Harry menyebut 30 tempat tidur di IGD dan 325 tempat tidur di ruang rawat inap kini penuh. Kondisi itu membuat pihak rumah sakit harus mencari fasilitas lain ketika pasien baru membutuhkan perawatan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Aceh hingga Sumbar sampai 2028

Warga Diminta Memanfaatkan Layanan Puskesmas

Untuk mengurangi kepadatan rumah sakit, Harry mengimbau masyarakat mendatangi Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, dokter umum di Puskesmas mampu menangani berbagai keluhan, termasuk demam, batuk, dan flu.

“Penyakit batuk, flu, dan demam itu bisa ditangani di Puskesmas, apalagi Puskesmas juga memiliki dokter umum yang andal,” ujar Harry.

Ia juga meminta pihak terkait meningkatkan edukasi kesehatan agar masyarakat memahami layanan medis sesuai kebutuhan. Dengan memilih fasilitas kesehatan secara tepat, warga dapat membantu rumah sakit memusatkan pelayanan pada pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Harry menjelaskan, RSU Cut Meutia pun harus mencari rumah sakit lain ketika seluruh tempat tidurnya penuh. Karena itu, ia kembali mengimbau masyarakat menggunakan layanan Puskesmas untuk keluhan yang tidak memerlukan perawatan rumah sakit.

Lonjakan pasien ini menambah tantangan bagi layanan kesehatan di Aceh. Masyarakat perlu menjaga kebersihan makanan dan menerapkan pola hidup sehat. Jika mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar
Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan
BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral
Kontingen Tapak Suci Sungai Penuh Sabet Juara Umum Usia Dini dan Pra Remaja
Polda Jambi Pecat Dua Polisi Terkait Dugaan Penipuan Bintara Polri 2026, 9 Laporan Masuk
Nelayan Padang Takut Melaut akibat Kabut Asap, Kompas HP Jadi Penunjuk Arah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Blackout Batam-Bintan, Kerugian Tembus Rp57,3 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Bibit Sawit Jadi Barang Bukti di Dharmasraya, Polisi Telusuri Pemilik Lahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BMKG Evaluasi Dry Ice Usai Video Atap Rumah Rusak di Palembang Viral

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB