Desakan tersebut mencuat di tengah meningkatnya keluhan masyarakat Malaysia akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang. Kebakaran di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan kembali menjadi perhatian karena dampaknya dapat melintasi batas negara.
Anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan diplomatik yang selama ini berjalan. Ia menilai negara-negara terdampak perlu menyampaikan sikap yang lebih kuat terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Syed Saddiq Minta ASEAN Sampaikan Protes Bersama
Dalam pembahasan di parlemen pada pekan ini, Syed Saddiq mendorong Malaysia mengirimkan nota diplomatik untuk menyatakan keberatan atas persoalan kabut asap. Ia juga meminta negara ASEAN lain yang terdampak, termasuk Singapura, bergabung dalam langkah tersebut.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia periode 2018–2020 itu mengusulkan respons regional yang lebih tegas. Menurut dia, negara-negara terdampak perlu menyatukan sikap agar desakan terhadap pihak yang bertanggung jawab memiliki dampak lebih besar.
Syed Saddiq bahkan menyampaikan gagasan agar pihak yang terlibat dalam pembakaran lahan menghadapi pengucilan di tingkat kawasan.
Usulkan Tekanan Finansial terhadap Perusahaan
Selain jalur diplomatik, Syed Saddiq mengusulkan Malaysia dan Singapura menggunakan pengaruh ekonomi untuk menghentikan pendanaan bagi perusahaan yang terlibat dalam praktik pembakaran lahan di Indonesia.
Ia mendorong kedua negara memutus akses finansial pihak-pihak tersebut sebagai bentuk tekanan. Usulan ini mengarah pada upaya membuat perusahaan menanggung konsekuensi ekonomi atas keterlibatan mereka dalam kebakaran lahan.
Meski demikian, penerapan langkah finansial memerlukan dasar hukum dan bukti yang memadai. Pemerintah juga perlu memastikan pihak yang terkena sanksi benar-benar memiliki keterkaitan dengan pelanggaran yang dimaksud.
Syerleena Soroti Dampak terhadap Warga Malaysia
Anggota parlemen Malaysia lainnya, Syerleena Abdul Rashid, turut menyuarakan kekhawatiran terhadap persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa hubungan bertetangga antara Malaysia dan Indonesia harus berjalan bersama tanggung jawab untuk mengurangi dampak lingkungan lintas batas.
Syerleena mempertanyakan mengapa masyarakat Malaysia harus terus menghadapi dampak dari aktivitas yang berlangsung di luar wilayah negaranya.
Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya tuntutan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku.
Kabut Asap Ganggu Aktivitas di Batu Caves
Keluhan juga datang dari masyarakat yang beraktivitas di kawasan wisata Batu Caves, Malaysia. Operator tur Diddy Hamidon mengatakan kabut asap menghalangi pemandangan di lokasi tersebut.
Ia berharap pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan kebakaran lahan yang memicu kabut asap.
Dampak kabut asap lintas batas telah menjadi persoalan berulang di Asia Tenggara. Kondisi ini menuntut kerja sama negara-negara kawasan, terutama dalam pencegahan kebakaran, pemantauan kualitas udara, dan penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan.
Desakan sejumlah anggota parlemen Malaysia menunjukkan bahwa isu tersebut kembali mendapat perhatian politik. Namun, penyelesaian jangka panjang tetap membutuhkan koordinasi regional dan tindakan nyata untuk menekan risiko kebakaran hutan serta lahan pada masa mendatang. (de*)









