Washington DC, APGtimes.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan misi militer AS di Iran telah selesai. Ia bahkan mengklaim Amerika Serikat telah meraih kemenangan.
Trump menyampaikan klaim itu melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (26/8/2026). Ia mengunggah gambar dirinya bersama mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam gambar tersebut, Trump menuliskan pesan “Mission Accomplished 2026”. Ia juga menampilkan foto mantan Presiden AS George W. Bush dengan tulisan “Mission not accomplished 2001-21”.
Trump tampaknya menyindir deklarasi Bush setelah invasi Irak. Saat itu, Bush menyatakan misi AS telah selesai. Namun, perang di Irak terus berlangsung selama bertahun-tahun.
Trump Klaim Menang, Perang Belum Berakhir
Pernyataan Trump muncul ketika konflik AS-Iran masih terus berlangsung. Sejumlah target utama Washington juga belum sepenuhnya tercapai.
Trump sebelumnya ingin menghentikan program nuklir Iran secara permanen. Ia juga ingin mencegah Iran menyerang negara-negara tetangga dan menghentikan dukungan Teheran kepada kelompok proksi.
Selain itu, Trump pernah mendorong perubahan rezim di Iran. Namun, kematian Ali Khamenei tidak langsung mengubah pemerintahan Iran.
Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya meninggal. Kondisi tersebut justru menunjukkan keberlanjutan rezim Iran.
Analisis terbaru juga menilai pergantian kepemimpinan belum sama dengan perubahan rezim.
Demokrat Kritik Trump
Klaim kemenangan Trump langsung mendapat kritik dari Partai Demokrat.
Senator Chuck Schumer menilai Trump membawa Amerika Serikat ke dalam perang tanpa rencana yang jelas. Ia juga menyoroti dampak konflik terhadap warga Amerika.
Menurut Schumer, perang tersebut dapat meningkatkan harga bensin dan memperbesar risiko bagi warga AS.
Kritik itu muncul ketika dukungan publik terhadap kebijakan Trump di Iran juga menghadapi tekanan. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 31 persen pemilih Amerika yang mendukung cara Trump menangani konflik Iran.
Klaim “Mission Accomplished” Kembali Jadi Perdebatan
Istilah “Mission Accomplished” kembali menarik perhatian karena mengingatkan publik pada perang Irak.
Trump bahkan memasukkan foto Bush dalam unggahannya. Langkah tersebut membuat klaim kemenangan itu semakin menjadi bahan perdebatan.
Masalahnya, deklarasi kemenangan tidak otomatis mengakhiri sebuah perang. Konflik dapat terus berjalan ketika tujuan politik dan militer belum tercapai.
Situasi Iran kini menghadirkan pertanyaan serupa. Trump menyebut misi selesai, tetapi konflik masih menyisakan persoalan besar.
Karena itu, klaim “Mission Accomplished” Trump kini menjadi sorotan. Publik menunggu apakah Amerika Serikat benar-benar dapat mengakhiri konflik atau justru menghadapi babak perang berikutnya. (tr*)








