Malaysia Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter untuk Atasi Karhutla, Indonesia Belum Merespons

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (kanan) mengatakan bahwa negaranya tengah menunggu respons Indonesia setelah menawarkan bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.(Sekretariat Presiden RI)

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (kanan) mengatakan bahwa negaranya tengah menunggu respons Indonesia setelah menawarkan bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.(Sekretariat Presiden RI)

Kuala Lumpur, APGtimes.com – Malaysia masih menunggu tanggapan resmi pemerintah Indonesia atas tawaran bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah Malaysia telah menyiapkan satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, serta personel untuk membantu menangani kebakaran yang memicu kabut asap di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pemerintahnya menyampaikan tawaran tersebut saat kunjungan resmi ke Jakarta pada bulan sebelumnya. Dalam kunjungan itu, Ahmad Zahid bertemu Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (Nadma) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia juga telah mengirimkan surat kepada mitra mereka di Indonesia untuk menindaklanjuti tawaran bantuan.

“Penawaran itu kami lakukan dengan tulus, tetapi belum ada respons terhadap tawaran kami untuk membantu mereka,” kata Ahmad Zahid pada Minggu (11/10/2026), seperti dilaporkan Scoop.

Malaysia Siagakan Pesawat dan Helikopter

Ahmad Zahid mengatakan Malaysia tetap menghormati keputusan Indonesia terkait penanganan karhutla. Ia memilih berprasangka baik dan membuka kemungkinan bahwa Indonesia belum membutuhkan bantuan tambahan.

Baca Juga :  Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

“Kami mengambil pandangan positif bahwa mungkin mereka tidak membutuhkan bantuan kami. Kami tetap optimistis dan menganggap yang terbaik,” ujar Ahmad Zahid, seperti dikutip Malay Mail.

Pemerintah Malaysia masih menyiagakan aset pemadam kebakaran yang mereka tawarkan. Namun, pengerahan pesawat, helikopter, dan personel ke wilayah Indonesia tetap menunggu tanggapan resmi dari Jakarta.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyatakan Kabinet Malaysia belum menerima perkembangan terbaru dari Kementerian Luar Negeri maupun Nadma mengenai tawaran tersebut.

Fahmi mengatakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah berkomunikasi langsung dengan Prabowo untuk membahas kondisi kabut asap. Ia berharap hubungan baik kedua negara dapat membantu memperlancar komunikasi lanjutan.

Indonesia Kerahkan Lebih dari 60.000 Personel

Meski belum ada keputusan terkait tawaran bantuan Malaysia, komunikasi diplomatik kedua negara terus berlangsung.

Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan. Dalam pembicaraan tersebut, Arrmanatha menjelaskan langkah pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.

“Kami telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel. Ini memang menjadi tantangan karena kondisi cuaca saat ini tidak berpihak kepada kami, tetapi kami berharap situasi segera membaik karena hujan diperkirakan akan turun,” kata Arrmanatha.

Baca Juga :  Arab Saudi Dilaporkan Serang Fasilitas Minyak di Yaman, Warga Sanaa Antre BBM

Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca kering yang menyulitkan petugas memadamkan api di sejumlah wilayah. Karena itu, perubahan cuaca yang membawa hujan diharapkan dapat membantu operasi pemadaman.

Sebelumnya, Anwar Ibrahim juga menghubungi Prabowo untuk membahas memburuknya kabut asap yang berdampak pada kawasan sekitar.

Menunggu Tindak Lanjut Kedua Negara

Tawaran Malaysia mencakup dukungan udara dan personel untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah terdampak. Bantuan tersebut berpotensi menambah kemampuan penanganan karhutla apabila kedua pemerintah menyepakati pengerahannya.

Namun, hingga Ahmad Zahid menyampaikan pernyataan pada 11 Oktober 2026, Malaysia masih menunggu jawaban resmi Indonesia. Pemerintah Malaysia belum menyatakan bahwa Indonesia menolak tawaran tersebut.

Kedua negara kini masih memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan melalui jalur diplomatik. Di sisi lain, Indonesia terus mengerahkan personel untuk menangani kebakaran di Sumatera dan Kalimantan, sementara pemerintah berharap hujan dapat membantu mengurangi titik api dan dampak kabut asap. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB