Praktik Curang di Program MBG, KDMP, Dudung: Akan Ditindak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan menemukan beberapa celah korupsi di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutnya celah tersebut harus segera ditutup.

Ia menemukan beberapa kasus jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan MBG.

Temuan celah korupsi tersebut disampaikan langsung oleh Dudung Sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan ia juga telah berkordinasi dengan Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, untuk melakukan upaya pecegahan praktik korupsi di MBG.

Pernyataan itu disampaikan Dudung di kantornya, KSP, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga :  Krisis BBM Meluas di Sumatera, BPH Migas Bongkar Dugaan Penyalahgunaan QR Code Subsidi di Jambi

Dudung mengatakan, antisapasi sejak dini untuk menutup celah korupsi di program MBG harus segera dilakukan.

Disebutnya, program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, setiap potensi penyimpangan harus segara diantisipasi agar program berjalan baik sesuai ketentuan.

Beberapa praktik jual-beli titik SPPG yang diduga dilakukan oleh oknum. Selain itu, Dudung juga menyoroti adanya SPPG yang sudah dihentikan, namun masih menerima insentif hingga Rp6 juta per hari bahkan termasuk pemilik modal.

Baca Juga :  Sudaryono Pecat 9 ASN BGN, Puluhan Pegawai Lain Terancam Mutasi dan Sanksi

Dudung menyebutkan akan langsung cek lapangan dan sidak, selain itu kolaborasi dengan kementerian lain juga diperlukan untuk mengawasi praktik curang di program MBG.

Sementara itu, Dudung menegaskan, hal ini tidak main-main. Pemerintah akan tindak tegas setiap orang yang terbukti melanggar dari ketentuan.

Dudung menyebutkan, Presiden telah menegaskan pengawasan ketat terhadap semua program strategis nasional.

“MBG dan Koperasi Merah Putih harus berjalan transparan, akuntabel, bebas dari praktik korupsi. Siapa yang melakukan korupsi segera ditindak,” sebut Dudung. (ap)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB