Jakarta, APGtimes.com–Pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600 ribu untuk tahun 2026. Meski demikian, informasi tentang bantuan bagi pekerja dan buruh kembali ramai menjelang pertengahan Mei 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat lebih waspada terhadap informasi palsu terkait BSU yang beredar di media sosial dan pesan berantai. Sejumlah akun juga mencatut nama program BSU dan menyebarkan tautan tidak resmi yang berpotensi menjadi modus penipuan digital.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan pemerintah belum mengambil keputusan baru terkait penyaluran BSU tahun 2026. Ia meminta masyarakat hanya mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah.
“Informasi resmi BSU hanya muncul di situs dan media sosial resmi Kemnaker,” katanya.
BSU Bantu Jaga Daya Beli Pekerja
Pemerintah menjalankan program Bantuan Subsidi Upah untuk membantu pekerja berpenghasilan rendah tetap menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut program BSU juga membantu menekan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor usaha.
Pada penyaluran terakhir tahun 2025, pemerintah menyalurkan BSU kepada lebih dari 16 juta pekerja dan buruh di Indonesia.
Pemerintah Belum Putuskan Jadwal BSU 2026
Hingga awal Mei 2026, pemerintah belum menetapkan jadwal pencairan BSU tahap baru. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung percaya pada informasi yang menyebut BSU segera cair.
Kemnaker juga menegaskan program BSU tidak membuka pendaftaran mandiri melalui tautan tertentu. Pemerintah mengambil data calon penerima dari kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Syarat Umum Penerima BSU
Calon penerima BSU biasanya harus memenuhi beberapa syarat berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki NIK valid
- Aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
- Memiliki gaji sesuai batas yang pemerintah tetapkan
- Tidak menerima bantuan sosial tertentu dalam periode yang sama
Cara Cek Penerima BSU 2026
Masyarakat bisa memeriksa status penerima BSU melalui situs resmi Kemnaker atau aplikasi JMO.
1. Melalui Situs Kemnaker
- Buka situs resmi BSU Kemnaker
- Masukkan NIK KTP
- Isi nama lengkap, nama ibu kandung, nomor HP, dan email
- Ketik kode keamanan
- Klik “Cek Status”
Sistem akan menampilkan informasi pencairan jika nama Anda masuk sebagai penerima BSU.
2. Melalui Aplikasi JMO
- Unduh aplikasi JMO
- Login atau daftar akun
- Pilih menu Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Aplikasi akan menampilkan status penerima dan informasi penyaluran bantuan.
Kemnaker Minta Masyarakat Waspada Hoaks
Kemnaker mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan yang mengatasnamakan BSU. Jika menemukan dugaan penipuan atau informasi mencurigakan, masyarakat sebaiknya segera melapor melalui kanal resmi pemerintah.
Pemerintah memastikan setiap kebijakan terkait BSU akan muncul secara terbuka jika program kembali berlanjut pada 2026. (ap)









