Jakarta, APGtimes.com — Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp153,1 triliun hingga 30 April 2026.
Nilai tersebut setara 34,4 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menggunakan belanja subsidi dan kompensasi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah.
“Belanja subsidi dan kompensasi kami gunakan untuk menjaga daya beli masyarakat. Kami membayar sesuai kebutuhan PLN dan Pertamina,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/05).
Subsidi dan Kompensasi Energi Naik
Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi mencapai Rp74,9 triliun. Sementara itu, realisasi kompensasi menyentuh Rp78,2 triliun.
Purbaya menjelaskan pemerintah meningkatkan anggaran subsidi akibat fluktuasi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan konsumsi energi masyarakat.
Pemerintah juga membayar uang muka subsidi pupuk serta menanggung peningkatan penyaluran BBM, elpiji, dan listrik bersubsidi.
Meski begitu, Purbaya memastikan kondisi fiskal masih terkendali.
Menurutnya, pemerintah pernah menghadapi tekanan energi global yang lebih berat saat konflik Rusia dan Ukraina pada 2022.
Penyaluran BBM dan Elpiji Meningkat
Hingga April 2026, pemerintah menyalurkan BBM subsidi sebanyak 4.704,6 ribu kiloliter atau naik 8,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah juga menyalurkan elpiji 3 kilogram sebanyak 2.152,8 juta kilogram atau tumbuh 3,7 persen.
Sementara itu, subsidi listrik telah menjangkau 42,9 juta pelanggan atau meningkat 2,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk sektor pertanian, pemerintah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 2,9 juta ton atau naik 25,2 persen.
Penyaluran KUR Tembus 1,54 Juta Debitur
Selain subsidi energi dan pupuk, pemerintah juga terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sepanjang empat bulan pertama 2026, pemerintah telah menyalurkan KUR kepada 1,54 juta debitur.
Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga April 2026 mencapai Rp826 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 51,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp400,5 triliun atau naik 57,9 persen. Sementara itu, belanja non-kementerian/lembaga mencapai Rp425,5 triliun atau tumbuh 45,2 persen. (dr*)









