Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pintu masuk Trump National Golf Club atau lapangan golf Trump di California, Amerika Serikat (AS).(Tangkapan layar via Sky News)

Pintu masuk Trump National Golf Club atau lapangan golf Trump di California, Amerika Serikat (AS).(Tangkapan layar via Sky News)

Washington DC, APGtimes.com — Hakim federal Amerika Serikat (AS) memerintahkan penyelidikan terhadap pengacara pemerintahan Presiden Donald Trump terkait dugaan pemberian keterangan menyesatkan dalam sengketa renovasi lapangan golf di Washington DC.

Hakim Pengadilan Distrik AS, Ana Reyes, mengeluarkan perintah tersebut pada Jumat (30/10/2026). Ia ingin memastikan apakah tim hukum pemerintah sengaja menyembunyikan informasi atau menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada pengadilan.

Persoalan ini berkaitan dengan rencana Trump merenovasi East Potomac Golf Course, lapangan golf berusia 106 tahun yang berada di kawasan taman publik ibu kota AS.

Trump sebelumnya mengumumkan penutupan fasilitas tersebut selama 15 bulan mulai November 2026. Namun, sejumlah organisasi pelestarian kawasan bersejarah menggugat rencana itu sehingga proyek renovasi masuk ke ranah hukum.

Hakim Pertanyakan Keterangan Pengacara Pemerintah

Dalam persidangan, Reyes mempertanyakan perbedaan antara pernyataan pengacara pemerintah dan pengumuman Trump kepada publik.

Sebelumnya, tim hukum pemerintah menyatakan tidak ada rencana untuk menutup lapangan golf tersebut. Pernyataan itu bertentangan dengan pengumuman Trump yang secara terbuka menyebut penutupan selama 15 bulan untuk renovasi.

Baca Juga :  Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Hakim ingin mengetahui alasan di balik perbedaan keterangan tersebut. Penyelidikan akan menguji apakah pengacara pemerintah sengaja menyembunyikan rencana atau memberikan informasi keliru kepada pengadilan.

Trump Ingin Jadikan Lapangan Golf Bertaraf Dunia

Renovasi East Potomac Golf Course menjadi salah satu proyek Trump untuk mengubah fasilitas publik di Washington DC. Presiden AS tersebut ingin meningkatkan kualitas lapangan golf berusia lebih dari satu abad itu hingga memenuhi standar internasional.

Melalui media sosial, Trump menggambarkan proyek tersebut sebagai upaya membangun salah satu lapangan golf terbaik dan termegah di dunia. Ia bahkan pernah menyebut kawasan itu sebagai “Trash Island” atau Pulau Sampah.

Trump menilai renovasi selama 15 bulan diperlukan untuk memperbaiki kondisi fasilitas. Meski demikian, ia menyatakan masyarakat umum tetap dapat menggunakan lapangan tersebut setelah proyek selesai.

Selain meningkatkan kualitas fasilitas, Trump juga menginginkan lapangan itu memenuhi standar untuk menyelenggarakan turnamen golf kelas dunia. Ia turut membagikan gambar rancangan baru sebagai gambaran hasil renovasi yang direncanakan.

Baca Juga :  Malaysia Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter untuk Atasi Karhutla, Indonesia Belum Merespons

Penebangan Ratusan Pohon Memicu Sengketa

Sengketa hukum terkait proyek East Potomac Golf Course bermula pada Februari 2026. Saat itu, DC Preservation League bersama sejumlah organisasi pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah mengajukan gugatan terhadap rencana pembangunan kembali lapangan golf.

Perselisihan semakin meningkat pada Oktober 2026 ketika National Park Service (NPS) mulai menebang ratusan pohon di kawasan tersebut.

Langkah pemerintah itu memunculkan pertanyaan mengenai prosedur pemberitahuan kepada pengadilan. Menurut laporan BBC, pemerintah baru memberi tahu hakim sekitar 15 jam sebelum kegiatan penebangan berlangsung.

Pemberitahuan tersebut juga disampaikan menjelang akhir pekan libur. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan apakah pengadilan memiliki waktu yang cukup untuk meninjau tindakan pemerintah sebelum pekerjaan dimulai.

Kini, penyelidikan terhadap tim hukum pemerintah menjadi bagian penting dari perkembangan sengketa tersebut. Pengadilan akan menelusuri apakah pengacara pemerintah telah menyampaikan informasi secara jujur dan lengkap selama proses hukum berlangsung. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur
Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu
Francesca Albanese Minta Indonesia Evaluasi Keanggotaan Board of Peace Bentukan Trump
Arab Saudi Pilih Singapura untuk Simpan Minyak, Kapasitas Fasilitas Capai 9 Juta Barrel
Trump Kembali Bidik James Comey, Kasus Dugaan Bocor Rahasia Negara Dibuka Lagi
Kabut Asap Mulai Mereda, Kualitas Udara Singapura Membaik tetapi Sarawak Masih Terdampak
Oposisi Singapura Soroti Pemangkasan Ekspor Gas Indonesia di Tengah Isu Kabut Asap
AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Francesca Albanese Minta Indonesia Evaluasi Keanggotaan Board of Peace Bentukan Trump

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Arab Saudi Pilih Singapura untuk Simpan Minyak, Kapasitas Fasilitas Capai 9 Juta Barrel

Berita Terbaru