Jakarta, APGtimes.com – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi kepada Jepang atas dukungan tiga helikopter CH-47 Chinook dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Apresiasi itu disampaikan Sjafrie saat menerima Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut turut membahas penguatan hubungan pertahanan Indonesia dan Jepang.
Selain pertahanan, kedua pihak membicarakan keamanan maritim, peningkatan kapasitas, serta kerja sama industri dan ekonomi pertahanan.
Bantuan Jepang untuk Karhutla
Sjafrie secara khusus menyoroti pengerahan kapal JS Kunisaki bersama tiga Chinook ke Kalimantan. Helikopter tersebut membantu operasi pemadaman dari udara di wilayah Kalimantan Barat.
Sebelumnya, Sjafrie meninjau JS Kunisaki di Mempawah pada 15 September. Dalam kunjungan itu, ia menerima laporan mengenai operasi pasukan Jepang dan penggunaan Chinook untuk mendukung penanganan karhutla.
“Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran,” kata Sjafrie saat itu.
Operasi Chinook Berlanjut ke Ketapang
Dukungan Jepang kemudian bergerak mengikuti kebutuhan operasi di lapangan.
JS Kunisaki meninggalkan kawasan Kijing, Mempawah, menuju perairan Ketapang pada Minggu (20/9/2026). Perpindahan itu bertujuan menempatkan kapal pada lokasi yang lebih sesuai untuk mendukung operasi lanjutan pemadaman karhutla.
Dengan perpindahan tersebut, tim Jepang dapat mendukung operasi dari wilayah yang berbeda sesuai perkembangan titik api dan kondisi lapangan.
Kerja Sama Pertahanan Jadi Bahasan Utama
Pertemuan Sjafrie dan Ueno juga mencakup agenda kerja sama yang lebih luas.
Kemhan menyebut kedua negara ingin memperkuat kemitraan dalam bidang pertahanan dan keamanan maritim. Peningkatan kemampuan personel serta pengembangan industri pertahanan juga masuk dalam pembahasan.
Dukungan Jepang dalam penanganan karhutla menjadi salah satu bentuk kerja sama kemanusiaan yang berjalan bersamaan dengan hubungan pertahanan kedua negara.
Kemhan sebelumnya menyebut bantuan tiga Chinook tersebut sebagai bagian dari diplomasi pertahanan dan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang. Pemerintah Indonesia juga mengintegrasikan bantuan itu dengan satuan TNI dan BNPB agar operasi pemadaman berjalan lebih efektif.
Pertemuan dengan Ueno menunjukkan bahwa komunikasi pertahanan Indonesia-Jepang terus berjalan. Pada saat yang sama, kerja sama kedua negara mencakup kebutuhan strategis hingga penanganan bencana di lapangan. (ys*)









