Suahasil Nazara Tegaskan Disiplin Fiskal dan Dorong Investasi Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).(Dokumentasi Kemenkeu)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).(Dokumentasi Kemenkeu)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga disiplin fiskal di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyampaikan hal tersebut saat bertemu Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Suahasil menekankan pentingnya menjaga defisit anggaran sebesar 3 persen dan rasio utang sebesar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurutnya, kredibilitas menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mengelola perekonomian.

“Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujar Suahasil.

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan dan Lapangan Kerja

Selain menjaga stabilitas fiskal, pemerintah mengarahkan kebijakan anggaran untuk mendukung sejumlah prioritas pembangunan. Fokus tersebut mencakup ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan dan pendidikan, serta penguatan usaha kecil dan menengah.

Baca Juga :  The Economist Soroti Pemerintahan Prabowo, Pakar Sebut Dunia Kini Lihat Situasi Nyata Indonesia

Selanjutnya, pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam, pendalaman sektor keuangan, dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah lebih tinggi. Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bank Dunia menyambut agenda pembangunan Indonesia tersebut. Lembaga itu juga menawarkan dukungan teknis untuk memperdalam pasar modal domestik dan memperkuat hilirisasi.

Suahasil Dorong Investasi Swasta di Sektor Sawit

Dalam kesempatan terpisah, Suahasil mendorong investasi swasta untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit, memperluas hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Plantation360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs di Bangkok. EDS16 bersama Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Suahasil menilai investasi swasta perlu menjangkau seluruh rantai nilai industri sawit. Dengan demikian, para pekebun dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan.

Baca Juga :  Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

“Jika kita ingin kelapa sawit berkontribusi pada pertumbuhan yang inklusif, modal swasta harus mampu menjangkau seluruh rantai nilai (value chain), termasuk membantu pekebun memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan,” kata Suahasil.

Pekebun Rakyat Kelola 41 Persen Perkebunan Sawit

Indonesia memiliki lebih dari 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit. Dari total luas tersebut, pekebun rakyat mengelola sekitar 41 persen.

Karena itu, pemerintah memprioritaskan peningkatan produktivitas kebun yang sudah ada serta peremajaan tanaman. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pekebun tanpa menambah tekanan terhadap kawasan hutan.

Selain mendukung kesejahteraan pekebun, peningkatan produktivitas juga dapat memperkuat daya saing industri sawit nasional. Pemerintah pun mendorong keterlibatan modal swasta agar petani memperoleh dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan hasil kebun dan mengembangkan usaha mereka. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik
OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB