UEA Percepat Pipa Minyak West-East untuk Hindari Blokade Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur pipa minyak East-West yang menjadi alternatif distribusi minyak di Selat Hormuz.(WIKIMEDIA COMMONS)

Jalur pipa minyak East-West yang menjadi alternatif distribusi minyak di Selat Hormuz.(WIKIMEDIA COMMONS)

Abu Dhabi, APGtuimes.com — Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan proyek pipa minyak baru West-East Pipeline untuk menghindari jalur Selat Hormuz yang masih diblokade Iran akibat konflik Timur Tengah. Langkah itu sekaligus menjaga kelancaran distribusi minyak dunia di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan Teluk.

UEA Perkuat Jalur Alternatif Ekspor Minyak

UEA menargetkan pipa minyak baru itu mampu melipatgandakan kapasitas ekspor minyak melalui Pelabuhan Fujairah menuju kawasan barat Semenanjung Arab. Pemerintah UEA ingin mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.

Putra Mahkota UEA, Khaled bin Mohamed bin Zayed, mengumumkan percepatan proyek tersebut dalam rapat eksekutif Abu Dhabi National Oil Company atau ADNOC pada Jumat (15/5/2026).

Kantor Media Abu Dhabi menargetkan proyek West-East Pipeline mulai beroperasi penuh pada 2027 untuk memenuhi kebutuhan energi global.

Baca Juga :  Trump Batalkan Serangan Baru ke Iran Usai Dibujuk Negara Teluk, Negosiasi Berlangsung

“ADNOC berada di posisi yang baik sebagai produsen energi global yang bertanggung jawab dan andal. Kami memiliki fleksibilitas operasional untuk meningkatkan produksi secara bertanggung jawab guna memenuhi kebutuhan pasar,” kata Khaled.

Konflik Iran dan AS Ganggu Jalur Perdagangan

Konflik Iran memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas serangan tersebut dan menutup Selat Hormuz.

Amerika Serikat juga memblokade sejumlah pelabuhan Teheran. Situasi itu memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi dunia.

Kuwait, Irak, Qatar, dan Bahrain masih bergantung pada Selat Hormuz untuk aktivitas ekspor dan perdagangan minyak mereka. Sementara itu, Oman mendapat keuntungan karena memiliki garis pantai di luar kawasan selat tersebut.

UEA dan Arab Saudi Andalkan Jalur Pipa Darat

UEA saat ini sudah mengoperasikan Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP) dengan kapasitas 1,5 juta barel per hari. Pipa sepanjang 380 kilometer itu menghubungkan ladang minyak Habshan dengan Pelabuhan Fujairah.

Baca Juga :  Warga Iran Kecewa, Janji Bantuan Trump di Tengah Perang Tak Kunjung Datang

Namun, serangan sempat terjadi di kawasan Fujairah dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, UEA memperkuat infrastruktur distribusi energi nasional.

Arab Saudi juga mengandalkan pipa East-West sepanjang 1.200 kilometer. Jalur itu menghubungkan pusat pemrosesan Abqaiq dengan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Chief Executive Saudi Aramco, Amin Nasser, menyebut jalur tersebut sebagai garis hidup penting bagi negaranya.

UEA Resmi Keluar dari OPEC

Percepatan pembangunan pipa minyak independen ini sejalan dengan keputusan UEA keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC bulan lalu.

Pemerintah UEA menegaskan keputusan itu bertujuan untuk mengutamakan kepentingan nasional serta mendukung strategi ekonomi jangka panjang negara tersebut. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang
Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Gaza, Israel Tak Mau Tarik Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB