Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka Meski Donald Trump Beri Peringatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Taiwan.(THINKSTOCKPHOTOS)

Ilustrasi bendera Taiwan.(THINKSTOCKPHOTOS)

Taipei, APGtimes.com — Pemerintah Taiwan menegaskan negaranya merupakan negara merdeka dan berdaulat meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke China dan bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing.

Taiwan Tegaskan Status Negara Berdaulat

Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan Taiwan tidak berada di bawah kekuasaan Republik Rakyat Tiongkok.

“Taiwan adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok,” kata Kementerian Luar Negeri Taiwan, Sabtu (16/5/2026).

Taiwan juga menyebut dukungan keamanan dari Amerika Serikat masih sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Timur.

Dukungan Senjata AS Jadi Sorotan

Pemerintah Taiwan menyatakan penjualan senjata dari Amerika Serikat menjadi bagian penting dalam kerja sama keamanan kedua negara.

Baca Juga :  Warga Iran Kecewa, Janji Bantuan Trump di Tengah Perang Tak Kunjung Datang

Menurut Taipei, dukungan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan yang selama ini menjadi dasar hubungan Washington dengan Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menilai kerja sama pertahanan itu sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap ancaman regional.

Sebelumnya, Trump mengisyaratkan sedang mempertimbangkan kembali kebijakan penjualan senjata AS kepada Taiwan.

Trump Ingatkan Taiwan soal Kemerdekaan

Trump meminta Taiwan tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara resmi karena khawatir langkah itu memicu konflik besar di Asia Timur.

“Saya tidak ingin ada yang menjadi independen. Kita seharusnya tidak menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Baca Juga :  Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Amerika Serikat selama ini hanya mengakui Beijing sebagai pemerintah resmi China. Namun, Washington tetap menjaga hubungan tidak resmi dengan Taiwan.

AS juga terus memasok persenjataan untuk membantu pertahanan Taiwan meski belum memastikan keterlibatan langsung jika konflik pecah.

Xi Jinping Kembali Singgung Taiwan

Dalam pertemuan dengan Trump di Beijing, Xi Jinping kembali menegaskan Taiwan menjadi isu sensitif bagi China.

Xi memperingatkan bahwa kesalahan langkah dalam persoalan Taiwan dapat memicu konflik besar.

Menjelang pertemuan tersebut, Trump juga mengaku akan membahas penjualan senjata AS kepada Taiwan bersama Xi Jinping.

Sementara itu, parlemen Taiwan baru-baru ini menyetujui anggaran pertahanan sebesar 25 miliar dollar AS untuk membeli persenjataan buatan Amerika Serikat. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB