Jambi, APGtimes.com — DPRD Provinsi Jambi mendukung rencana pembangunan jalur kereta api khusus batu bara yang digagas Pemerintah Provinsi Jambi. DPRD menilai proyek tersebut mampu mengatasi persoalan angkutan batu bara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah mengatakan pihaknya siap mendukung realisasi proyek tersebut. DPRD juga membuka peluang dukungan anggaran jika pemerintah memerlukannya pada tahap pelaksanaan.
Menurut Hafiz, jalur kereta api batu bara akan mempercepat distribusi hasil tambang dari wilayah hulu menuju pelabuhan. Selain itu, moda transportasi berbasis rel juga dapat meningkatkan efisiensi logistik.
“DPRD mendukung penuh rencana pembangunan kereta api batu bara. Kami siap membantu sesuai kewenangan yang kami miliki,” kata Hafiz.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris menjajaki pembangunan jalur kereta api tersebut bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Pemerintah pusat menyambut positif usulan itu. Kedua pihak kini terus membangun komunikasi untuk mematangkan rencana pembangunan.
Berdasarkan rencana awal, jalur kereta api akan menghubungkan kawasan tambang batu bara di Kabupaten Bungo dengan kawasan pelabuhan di Kabupaten Muaro Jambi.
Jalur itu akan melintasi Kabupaten Bungo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batang Hari, dan Kabupaten Muaro Jambi.
Kereta api nantinya akan terhubung dengan kawasan Pelabuhan Talang Duku dan Kemingking. Jalur tersebut akan mempercepat arus distribusi batu bara menuju pelabuhan.
Hafiz menegaskan proyek kereta api tidak akan menghambat pembangunan jalan khusus batu bara yang saat ini masih berlangsung.
Menurut dia, jalan khusus dan jalur kereta api dapat berjalan bersamaan. Kedua moda transportasi itu dapat saling mendukung distribusi komoditas tambang.
Ia menilai banyak daerah penghasil tambang telah menerapkan sistem serupa. Sistem tersebut membuat distribusi logistik lebih lancar dan efisien.
Selain mempercepat distribusi batu bara, proyek ini juga berpotensi mengurangi kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Selama ini, aktivitas truk batu bara sering memicu kepadatan kendaraan dan keluhan masyarakat.
Karena itu, DPRD menilai pembangunan jalur kereta api dapat menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan transportasi tambang di Jambi.
Hafiz juga meyakini proyek tersebut mampu mengurangi gesekan sosial yang kerap muncul akibat aktivitas angkutan batu bara di jalan umum.
Di sisi lain, jalur kereta api dapat membuka akses ekonomi baru di sejumlah wilayah. Kehadiran infrastruktur tersebut juga berpotensi menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
“Kereta api batu bara dapat memperkuat konektivitas logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jambi dalam jangka panjang,” ujarnya. (dr*)









